Jumat, 31 Mei 2013

Hubungan antara hukum ekonomi dan kesejahteraan masyarakat


Apa itu hukum?
Hukum sebuah sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia dapat terkontrol. Hukum adalah aspek terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan, hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu setiap masyarakat berhak mendapatkan pembelaan di depan hukum.

Apa itu ekonomi?
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah “ekonomi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Oikos” yang berarti rumah tangga dan “nomos” yang berarti peraturan. Jadi secara garis besar ekonomi dapat diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.

Hukum dan ekonomi
Ekonomi merupakan suatu bentuk organisasi masyarakat yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi memiliki pengaruh terhadap hukum. Pengaruh ini antara lain dalam pertimbangan-pertimbangan untung-rugi yang berpengaruh pada kerja hukum. Masyarakat mematuhi hukum kini atas dasar tujuan spekulasi. Apabila masyarakat melihat adanya keuntungan ekonomis, maka mereka akan mematuhi hukum. Namun sebaliknya, apabila mereka tidak melihat adanya kerugian ekonomis maka mereka tidak akan mematuhi hukum yang berlaku.
Sudah kita ketahui bahwa pembangunan ekonomi di Indonesia ini tidak lah merata. Dapat kita lihat secara kasat mata bahwa hasil positif dari perkembangan yang pesat ini hanya berarti untuk para pelaku ekonomi berskala besar atau disebut golongan atas. Sedangkan golongan bawah justru dirugikan karena tidak menikmati hail-hasil pembangunan ekonomi di Negara ini.
Di dalam ekonomi sendiri terdapat 2 model strategi dalam pembangunan ekonomi, antara lain:
1. Model ekonomi berencana. Model ini menekankan pada tujuan dan menyandarkan kekuatan pada hukum, maka akan dilihat sebagai suatu transformasi dari kegiatan ekonomi. Disini hukum sebagai penterjemah tujuan ke bentuk norma-norma dan sebagai acuan terhadap apa yang dicita-citakan.
2. Model ekonomi pasar. Model ini tidak digerakkan dari pusat kekuasaan, akan tetapi ke mekanisme pasar seperti permintaan dan penawaran.disini hukum dipandang sebagai ramalan, pandangan, dan jaminan kepastian hukum demi lancarnya suatu usaha. Hukum juga dipandang sebagai sebuah media kreatif bagi pelaku usaha atau sebagai jaminan pelindung agar merasa aman dalam bertransaksi.

Hukum ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
Ekonomi mempengaruhi kesejahteraan suatu Negara. Apabila di dalam suatu Negara pertumbuhan ekonominya semakin baik, mka dapat dikatakan Negara tersebut semakin sejahtera. Dan bgegitu juga sebaliknya, apabila suatu Negara pertumbuhan ekonominya semakin buruk, maka Negara tersebut semakin jauh dari kata sejahtera. Mengapa demikian? Karena meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi memberikan dampak meningkatnya pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, maka masyarakat akan mampu memperbaiki kehidupannya. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan primer, sekunder, ataupun tersier sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat berbanding lurus dengan tingkat pendapatan masyarakatnya. Apabila pendapatan masyarakat meningkat, maka angka pengangguran pun dapat berkurang dan otomatis kriminalisasi di Negara ini akan berkurang dan berangsur-angsur membaik. Selain itu aksi protes dalam bentuk demonstrasi akibat ketidakpuasan terhadap kebijaksanaan yang ada pun dapat berkurang apabila mereka mendapatkan hasil yang setimpal dengan pengorbanaan yang mereka lakukan. Dengan begitu rakyat akan sejahtera dan Negara ini akan aman dari tindak kriminalitas bermotifkan ekonomi.
Sebagai regulator, pemerintah juga memilki berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. 5 langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan bangsa ini antara lain:
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya di Negara ini dapat diperbaiki melalui peningkatan fasilitas pendidikan yang menyebar ke seluruh daerah. Peningkatan sistem infrratruktur dan suprastruktur dalam pendidikan perlu dilakukan dan diadakan evaluasi.
2.  Percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat
3. Peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup
4. Pemantapan reformasi birokrasi dan hukum serta pemantapan demokrasi dan keamanan nasional
5. Penguatan perekonomian domestic yang berdaya saing tinggi dan dan didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi.

Kamis, 30 Mei 2013

Pengaruh globalisasi terhadap perekonomian Indonesia




Kata globalisasi kini bukan kata yang asing bagi telinga kita. Ya, karena memang semua bangsa dan peradabannya di seluruh belahan dunia telah memasuki era baru ini. Namun, seberapa mengerti kah kita tentang arti dari globalisasi itu sendiri? Dan bagaimana globalisasi mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia terutama dalam perekonomian? Untuk itu, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian tentang globalisasi itu sendiri.

Pengertian Globalisasi
Globalisasi merupakan suatu proses dimana hubungan sosial dan saling ketergantungan antar negara dan antar manusia menjadi semakin tidak berbatas. Sedangkan menurut  Selo Soemardjan, Globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah - kaidah yang sama. Globalisasi terjadi pada bidang informasi, ekonomi, serta budaya. Sudah sejak lama pemerintah Indonesia menggembar - gemborkan tentang globalisasi itu sendiri. Dengan harapan masyarakat dan pelaku industri siap menghadapi segala dampak dari globalisasi terutama pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia.
Globalisasi berpengaruh pada setiap aspek dalam kehidupan manusia, baik dalam sistem bermasyarakat, ekonomi, politik, social, dan juga budaya. Sebagai masyarakat yang mengalami proses globalisasi, tentunya kita dapat merasakan sendiri bagaimana pengaruh globalisasi terhadap kehidupan kita.
Perlu ditekankan disini bahwa pada kenyataannya di Negara kita tidak semua masyarakat dapat dengan mudah menerima globalisasi. Mungkin untuk sebagian masyarakat globalisasi menjadikan kehidupan mereka lebih mudah. Contohnya untuk masyarakat perkotaan, kaum muda, dan golongan kelas atas, adanya globalisasi bukanlah suatu masalah bagi mereka. Karena dengan adanya globalisasi mereka dapat dengan mudah memperoleh produk dari Negara lain, kemudahan berinteraksi dengan masyarakat di Negara lain, serta kemudahan dalam mengakses informasi jarak jauh. Namun untuk sebagian masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di daerah terpencil, golongan kelas bawah, serta golongan tua sulit untuk menerima globalisasi bahkan menolak adanya globalisasi. Itulah dinamika globalisasi di Negara kita. Masih saja ada pro dan kontra terhadap globalisasi.
Pasar bebas merupakan salah satu bentuk nyata dari globalisasi ekonomi. Dengan adanya globalisasi memberikan pengaru pada perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya adalah tumbuhnya kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia dan perlahan-lahan produk-produk buatan Indonesia mulai dikenal di mata dunia. Dengan adanya globalisasi, para pelaku ekonomi, memang dituntut untuk semakin kreatif menciptakan produk – produk yang tidak hanya mampu bersaing dengan produk-produk lain di dalam negeri, namun juga harus mampu bersaing dengan produk - produk dari negara lain. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran. Terlebih lagi sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang - barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk - produk buatan Indonesia.

Dampak-dampak globalisasi terhadap perekonomian Indonesia

Globalisasi memberikan banyak dampak bagi perekonomian Indonesia. Globalisasi memberikan dampak positif dan negative terhadap perekonomian kita.

Dampak positif globalisasi terhadap perekonomian Indonesia:
  • Semakin luasnya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
  • Mudahnya akses penanaman modal di Indonesia. Mudahnya akses untuk modal investasi di Negara ini memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran. Karena apabila investasi tersebut bersifat langsung, misalnya saja pendirian pabrik baru di Indonesia maka otomatis hal ini akan memberikan dampak baik yaitu semakin bertambahnya jumlah lapangan kerja. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi kelangkaan modal yang terjadi di Indonesia.
  •  Memudahkan masyarakat memperoleh barang-barang yang dibutuhkan dan belum bisa diproduksi di Indonesia.
  • Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga hal ini menyebabkan banyak munculnya lapangan kerja baru di bidang pariwisata yang sekaligus merupakan suatu strategi yang menjadikan tempat pariwisata sebagai ajang promosi produk Indonesia.


Sedangkan dampak negatif dari globalisasi terhadap perekonomian adalah sebagai berikut:
  • Pudarnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena sebagian besar produk-produk yang ada di Indonesia di dominasi oleh produk dari luar negeri yang membanjiri sejumlah pasar di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya jati diri bangsa Indonesia sehingga dapat menghilangkan beberapa perusahaan kecil dalam negeri. Ketimpangan ekonomi dari kapitalisme pasar bebas membuat perusahaan besar semakin kaya, dan perusahaan kecil semakin miskin. Misalnya, sejak diberlakukannya AFTA, keberadaan pasar China yang menawarkan berbagai macam produk dengan harga jual rendah semakin menggeser perusahaan kecil dalam negeri di Indonesia. Produk Notebook (Laptop) buatan Luar Negeri (seperti: Axioo, Compaq, Acer, dsb) lebih diminati masyarakat Indonesia dibanding produk notebook (laptop) buatan dalam negeri Indonesia (Zyrex), dan lain sebagainya.
  • Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.
  •  Sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
  • Masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Dengan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia menyebabkan semakin tingginya persaingan dalam dunia kerja di Negara sendiri. Sudah menjadi rahasia umum jika garis besarnya tenaga kerja luar negeri memilki kualitas di atas kualitas masyarakat dalam negeri. Hal ini menyebabkan lapangan kerja yang kian sempit di Indonesia ini semakin sempit saja.


Sabtu, 18 Mei 2013

Surat Kecil Untuk Kamu




Aku bersembunyi di kolong langit malam.

Duduk dan berpikir tentang sebuah keadaan. Membawa ruang tak sadarku ke sebuah jembatan yang mengantarkanku ke dalam sebuah memori.

Aku bergegas mengambil sebuah kotak dari dalam lemari. Kotak itu adalah kotak kenangan. Sesuai dengan namanya, aku banyak menyimpan kenanganku didalamnya. Sebelumnya aku sudah berjanji tidak akan membukanya. Tapi malam ini kerinduan begitu hangat menyelimuti. Menggerakkan tanganku untuk membuka dan terlelap sekejap dalam memori masa lalu. Aku hanya akan membukanya sebentar. Aku hanya ingin membaca-baca ulang untaian kata yang dulu pernah kamu buat untuk aku.

Ah, aku pikir aku hanya akan terlelap sekejap. Tapi nyatanya justru menjajah pikiranku cukup lama. Begitulah, segalanya tentang kamu memang mampu mengalihkan pikiranku sepersekian detik saja.

Aku keluar kamar. Mencoba menghirup angin malam dari depan balkon. Aku menengadah ke atas langit. Kerumunan bintang menjadikan langit lebih indah. Jika hanya ada satu bintang, langit terasa sepi. Tapi malam ini bintang-bintang menunjukkan kepadaku bahwa kebersamaan mencerminkan sebuah keindahan.

Jika bicara tentang kebersamaan, aku teringat kembali sosok kamu. Kebersamaan? Bagaimana mungkin ada jika banyak kata yang tidak tersampaikan? Aku bukanlah seorang cenayang yang bisa mengerti tanpa perlu kamu beri tahu. Aku bukanlah seorang ahli yang perlu membuat hipotesa untuk kemudian aku buktikan sendiri kebenarannya. Aku tidak ingin menyibukkan diri menerka-nerka beragam probabilitas atas semua ini. Aku hanya ingin kamu berkumandang tentang kebenaran. Walau nyatanya tanpa kamu ketahui aku pun sudah lebih tahu tentang kamu. Tentang semua asa yang berhasil mengoyak-ngoyak jiwa. Sekali lagi, manis atau pahitnya itu semua yang aku ingin hanya  mempergunakan kedua telingaku untuk menyimak kebenaran dari mulut kamu.

Dengan segenap rasa kalut yang masih setia menyelimuti, aku mencoba menorehkan kata demi kata di atas secarik kertas. Aku mencoba menyusun ceceran-ceceran kata yang berkeliaran bebas di dalam pikiranku menjadi sebuah surat untuk ku tujukan kepadamu.

Aku ingin berbicara kepadamu. Aku ingin berbicara walau hanya lewat racikan kata yang sederhana. Aku ingin berbicara walau hanya melalui secarik kertas yang terisi penuh dengan goresan pena. Tapi, kata-kata yang aku racik bukan sembarang kata. Aku menyusunnya atas nama cinta. Goresan pena yang aku torehkan dalam secarik kertas adalah lukisan perasaan yang aku dengar dari hati yang kian berbisik pilu.

Pikiran ini seperti wadah. Kata-kata adalah senyawanya. Di dalam wadah terisi senyawa-senyawa yang kian bergerak bebas kesana kemari. Untuk saling berkaitan, senyawa-senyawa membutuhkan ikatan kimia. Tapi senyawa-senyawa yang aku punya bukanlah bagian dari ilmu kimia. Senyawa ini terbentuk atas partikel-partikel rindu. Aku menyatukannya dengan ikatan cinta.

Atas nama cinta aku tuliskan surat kecil untuk kamu.

Bertemankan sejuta rasa kecewa, aku sampaikan kerinduan yang pernah ku coba bunuh namun masih saja tetap tumbuh.

Aku ingin tahu kabar kamu.

Pernahkah kamu terima salam yang aku titipkan kepada angin di setiap pagi dan malam hari?

Apa kamu juga merindukan aku? Atau kamu telah bergegas melangkah pergi?

Entahlah……

Rasa percayaku sangat mahal harganya untuk kamu. Hingga sulit untuk aku membangun semua yang kamu pinta dari awal lagi. Semua tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sejujurnya aku benci menuliskan semua ini. Aku benci mengakui keberadaan kamu yang masih tersimpan di pelupuk hati. Namun ini semua adalah perasaan yang tidak dapat aku hindari apalagi aku coba bunuh sampai mati. Untaian-untaian kata ini hanya dapat aku tuliskan tanpa aku kirim kepada kamu, orang yang ada pada kolom penerima. Bukan karena aku pengecut. Aku hanya mampu menuliskannya dan berbagi pada orang lain dalam social media ini. Tanpa perlu kamu baca, tanpa perlu kamu tahu. Karena aku tidak ingin kamu merubah sikapmu hanya karena tersentuh oleh kata-kata yang telah aku susun rapih. Biarkanlah aku dan orang-orang lain yang menikmati.

Senin, 29 April 2013

Pengaruh Variabel-variabel Makro dalam Perekonomian Indonesia







Dalam perekonomian Indonesia, kita mengenal ada dua teori yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Dalam teori mikro ekonomi yang dianalisis adalah kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan, atau suatu pasar. Sedangkan dalam teori makro ekonomi, masalah yang dibahas lebih global dan lebih menyeluruh. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang judul diatas, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang pengertian ekonomi.
            Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos dan nomos. Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti, tata, aturan. Dengan demikian secara sederhana ekonomi dalam pengertian bahasa berarti tata aturan rumah tangga. Sedangkan Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, serta tercapai atau tidaknya pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
            Ekonomi makro Indonesia adalah suatu sistem yang mempelajari tentang perubahan ekonomi di indonesia yang membawa pengaruh besar terhadap masyarakat, pasar, dan juga perusahaan. Dengan kata lain ekonomi makro indonesia adalah sistem yang melakukan analisa mengenai segala bentuk perubahaan kondisi ekonomi indonesia untuk mencapai hasil analisa terbaik. Bentuk perubahaan ekonomi yang dimaksud di sini meliputi tentang pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, dan kestabilitasan harga, serta tercapai atau tidaknya kesimbangan neraca yang dilakukan secara berkesinambungan.
            Dalam perkembangan perekonomian suatu Negara, dibutuhkan beberapa variabel-variabel pendukung. Ada 4 variabel dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi suatu Negara termasuk Indonesia yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, serta ekspor neto. Sehingga terciptalah sebuah persamaan:

Y= C + I + G + (X-M)
Di mana:
Y = pendapatan nasional
C = konsumsi
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor

            Dalam persamaan tersebut telah dijabarkan variable-variabel apa saja yang mempengaruhi perekonomian makro di Indonesia.

1. Pendapatan Nasional
            Variabel yang pertama adalah pendapatan nasional. Pendapatan nasional adalah jumlah yang diterima oleh seluruh rumah tangga (RTK) disuatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Pendapatan nasional (Y) merupakan pertumbuhan ekonomi yang bisa diciptakan lewat konsumsi. Tingkat pendapatan seseorang dapat mempengaruhi tingkat konsumsinya. Apabila pendapatan seseorang bertambah, maka tingkat konsumsinya pun akan meningkat. Namun sebaliknya apabila tingkat pendapatan seseorang rendah, maka tingkat konsumsinya pun akan rendah. Dengan rendahnya pendapatan yang diperoleh masyarakat, maka masyarakat kana lebih memilih mengkonsumsi kebutuhan yang bersifat dasar saja. Dengan kata lain, perubahan konsumsi seseorang berbanding lurus dengan tingkat pendapatan nasionalnya.

2. Investasi
            Variabel yang kedua adalah investasi. Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat. Investasi adalah pembelian alat-alat modal, persediaan dagang / inventori, dan struktur usaha, termasuk pembelian rumah baru untuk rumah tangga. Investasi dihubungkan dengan sektor bisnis yang ditambahkan kepada persediaan modal fisik. Investasi swasta (private investment) adalah output dari perusahaan yang disimpan untuk perusahaan itu sendiri. Investasi mempengaruhi pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Dengan investasi maka sebuah Negara bisa mendapatkan sumber pendapatan. Semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia, maka akan memberikan banyak dampak baik bagi peningkatan perekonomian, seperti terwujudnya kesejahteraan dalam ekonomi serta terciptanya sebuah kemajuan dalam sisitem perekonomian di Indonesia.

3. Pengeluaran pemerintah
Pengeluaran pemerintah adalah anggaran dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk keperluan negara ataupun daerah. Dalam sebuah Negara pemerintah berperan sebagai regulator, pengendalian, dan pusat perputaran terhadap perekonomian Negara. Pemerintahan yang baik sangat diperlukan oleh masyarakat untuk membangun sistem perekonomian Negara. Dengan teraturnya perekonomian maka akan terciptanya begitu keselarasan, keseimbangan, kemajuan, dan kesejahteraan akan mencakup dalam berbagai aspek kehidupan perekonomian. Pengeluaran pemerintah terus berkembang sejalan dengan tahap perkembangan ekonomi suatu Negara. Pendapatan per kapita suatu Negara berbanding lurus dengan pegeluaran pemerintahnya. Apabila pendapatan per kapita suatu Negara meningkat, maka pengeluaran pemerintah akan meningkat, begitupun sebaliknya.

4. Ekspor dan Impor
            Variabel berikutnya adalah ekspor dan impor. Ekspor adalah proses transportasi barang dari suatu Negara ke Negara lain secara legal dalam proses perdagangan. Sedangkan  impor adalah suatu proses transportasi barang dari Negara lain ke dalam negeri. Ekspor dan impor merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan perekonomian. Dengan adanya kegiatan ekspor dan impor maka suatu Negara memenuhi salah satu prasyarat dari konsep ekonomi pembangunan yaitu adanya perdagangan internasional. Dengan adanya ekspor maka menandakan bahwa adanya hasil dari suatu bangsa yang dapat dipasarkan ke pasar dunia. Dan dengan adanya impor menandakan bahwa Indonesia merupakan Negara yang cukup diperhitungkan dalam penggunaan suatu kebutuhan. Untuk itu pemerintah haruslah lebih selektif dalam mengimpor barang. Karena dengan semakin banyaknya barang impor yang masuk ke dalam negeri, hal ini membuat masyarakat konsumtif dan tergantung dengan barang buatan luar negeri dibandingkan barang buatan negeri sendiri. Padahal apabila masyarakat mengkonsumsi barang buatan dalam negeri maka akan meningkatkan pendapatan perkapita, sehingga berdampak pada meningkatkatnya perekonomian di Indonesia.

Andai Aku Menjadi Menteri Perekonomian




Andai aku menjadi menteri perekonomian. Isi tulisan ini sama seperti judulnya diatas, “Andai Aku Menjadi Menteri Perekonomian”. Saya akan berandai-andai apabila saya menjadi seorang menteri Perekonomian.  Apa saja yang akan saya lakukan apabila saya menjadi menteri Perekonomian? Apa peran saya terhadap Perekonomian di Indonesia ini yang masih jauh dari harapan? Kebijakan apa yang saya buat untuk memajukan perekonomian di Indonesia ini?
Seperti yang kita ketahui Menteri Perekonomian di Indonesia saat ini adalah Hatta Rajasa. Bagaimana yaaa jika saya menjadi seorang Menteri Perekonomian seperti beliau? Sejenak saya membayangkan sebuah kehidupan indah sebagai seorang menteri perekonomian. Tidak ada salahnya bermimpi menjadi seorang menteri perekonomian selagi mimpi itu gratis. Siapa tahu kelak nantinya hal tersebut dapat terwujud dalam kehidupan nyata saya, walaupun nantinya banyak hambatan yang akan saya hadapi. Demikianlah yang namanya hidup, penuh akan hambatan. Orang yang ingin sukses harus mampu melewati berbagai halangan dan rintangan di hadapannya.
Menjadi seorang menteri itu bukanlah hal yang mudah. Tentu saja banyak halangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Sebagai menteri perekonomian banyak hal-hal yang harus kita pertimbangkan dalam berbagai keputusan, seperti salah satunya dalam hal membuat kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan nilai perekonomian di Indonesia ini. Mungkin untuk sebagian orang tugas seorang menteri hanyalah duduk di kursi nyaman, menikmati berbagai fasilitas mewah dari Negara, dan menerima gaji yang besar. Tapi pada kenyataannya hal tersebut tidak demikian. Tugas seorang menteri bukanlah pekerjaan yang sepele. Kalau hanya duduk-duduk manis di kursi nyaman rakyat biasa pun bisa. Kalau hanya ingin menyandang gelar “Menteri” demi kehormatan, untuk apa? Justru sebaliknya, seorang menteri diharapkan mampu ikut menangani masalah-masalah yang terjadi di dalam perekonomian di Indonesia dewasa ini. Tanpa memiliki kemampuan, bagaimana mungkin seorang menteri perekonomian dapat menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam perekonomian dewasa ini? Seorang menteri harus memiliki wawasan dan pengalaman yang cukup, keahlian teknis di bidangnya, serta JUJUR dan BERTANGGUNG JAWAB. Mengapa harus jujur dan bertanggung jawab? Di Negara ini banyak sekali orang-orang pintar, terbukti dari berbagai kompetisi olimpiade Internasional, pelajar-pelajar di Indonesia tak pernah absen dari gelar juara. Namun berapa jumlah orang jujur dan bertanggung jawab? Tidak dapat diprediksi tentunya. Faktanya, kejujuran dan tanggung jawab menjadi hal yang langka di Indonesia, terutama dalam jiwa pemimpin-pemimpin Negara kita.  Buktinya saja, banyak pejabat-pejabat Negara yang tersandung masalah korupsi.  Mereka seperti tikus pengerat yang terus menggerogoti asset Negara. Sungguh ironis memang, pejabat-pejabat kelas atas tanpa rasa malu mengambil yang bukan haknya.
Andai saya menjadi menteri……..
Saya tidak ingin seperti para koruptor yang tanpa rasa tega menikmati uang Negara untuk kepentingan pribadinya. Dalam ajaran agama manapun, mengambil yang bukan menjadi hak kita adalah perbuatan dosa. Tuhan selalu mengawasi perbuatan hambanya.
Saya tidak ingin mengumbar janji kesana kemari. Saya ingin menjadi seorang menteri yang amanah, jujur serta bertanggung jawab. Saya ingin bertekad memajukan perekonomian Indonesia serta perlahan membuat Indonesia menjadi sebuah Negara maju. Saya ingin menjadi menteri yang mengayomi masyarakatnya, lebih dekat dengan rakyat sehingga tujuan bersama untuk mencapai kesejahteraan dapat terwujud.
Kondisi perekonomian di Indonesia dewasa ini sedang tidak seimbang. Dapat kita lihat secara kasat mata ketidakseimbangan ini. Contoh nyatanya saja dapat kita lihat di wilayah ibu kota. Di satu sisi banyak gedung-gedung bercakar langit, pusat perbelanjaan mewah, rumah-rumah dengan arsitektur mewah, kendaraan-kendaraan mewah lalu lalang di jalan, serta fasiltas-fasilitas lain bagi kaum elite yang tertata rapi. Namun, tidak dapat dipungkiri jika di sisi lain, rumah-rumah kardus, pemukiman kumuh, bangunan-bangunan liar di bantaran kali, serta fasilitas sanitasi yang buruk menjadi pemandangan yang tak jarang terlihat di pusat kota.
Membicarakan masalah perekonomian di Indonesia memang tidak ada habisnya. Dari mulai kemiskinan, pengangguran, hingga pangan dan jasa masih menjadi masalah yang belum teratasi di Indonesia.
Jika dilihat dari segi sumber daya alam, Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam. Indonesia merupakan Negara agraris, namun mirisnya impor hasil pertanian masih menjadi hal yang belum dapat dihindari. Indonesia berulang-ulang kali mengimpor beras dan hasil pertanian dari Negara lain karena ouput pertanian Indonesia belum cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal Negara Indonesia nan hijau ini memiliki tanah yang luas untuk ditanami berbagai hasil pertanian untuk dikonsumsi sendiri. Belum lama ini, masalah kurangnya pasokan bawang putih dalam negeri menjadi berita utama yang banyak diperbincangkan. Jika sudah terjadi hal seperti ini, tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Hal tersebut begitu pelik. Namun itulah salah satu masalah perekonomian di Indonesia ini.
Tidak hanya demikian. Indonesia juga mempunyai cerita manis tentang ketahanan pangan pada masa Sutan Sjahrir menjadi seorang menteri. Disaat kemerdekaan belum lama tercapai, bisa dikatakan baru seumur jagung Indonesia pernah memberikan bantuan beras kepada India sekitar 2000 ton. Sungguh bertolak belakang bukan dengan keadaan sekarang ini? Jangankan memberi bantuan kepada Negara lain, Negara sendiri saja masih kekurangan pasokan pangan. India yang pernah kita bantu, sekarang sudah menjadi bagian dari perekonomina Asia yang sangat diperhitungkan. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Bukannya semakin maju, semakin kesini justru semakin terpuruk saja.
Sebagai seorang menteri pemerekonimian, saya wajib berperan penting serta mengawasi pergerakan perekonomian di Indonesia. Hal-hal yang akan saya lakukan untuk memajukan perekonomian di Indonesia antara lain:.
1. Mengelola pariwisata yang ada di Indonesia
            Seperti yang kita ketahui, Negara kita ini kaya akan keindahan alamnya. Di Indonesia memang banyak sekali tempat-tempat di Indonesia yang dapat menarik para wisatawan. Namun tempat-tempat tersebut belum terkelola dengan baik. Sektor pariwisata merupakan salah satu industri ekonomi kreatif yang tidak lain membutuhkan kreativitas untuk menjadikan sebuah wilayah geografis tertentu menjadi sebuah destinasi pariwisata. Kreatifitas sangat dibutuhkan untuk membumi udarakan tempat wisata agar memiliki suatu ciir khas yang berbeda dengan tempat lainnya sehingga menarik perhatian para wisatawan. Rencana pembangunan tempat wisata memang terpentok pada masalah lemahnya perencanaan pembangunan infrastruktur, lemahnya penegakan hukum mengenai tata guna lahan, serta minimnya keberadaan fasilitas umum.  Sebagai seorang menteri, saya akan melakukan pengelolaan terhadap berbagai tempat-tempat wisata di Indonesia agar dapat menarik para wisatawan lebih banyak lagi. Pengelolaan tersebut diantaranya adalah peningkatan fasilitas, peningkatan kebersihan, serta pemberdayaan. Tempat wisata di sebuah daerah dapat mengangkat perekonomian rakyat di daerah tersebut. Karena dengan adanya tempat wisata dan pengelolaan yang baik, tersedia lapangan kerja baru bagi penduduk sekitar. Seperti pembangunan tempat penginapan, tempat makan, toko cendera mata, dan lain-lain yang dapat meminimalisir angka pengangguran atau menambah penghasilan masyarakat sekitar tempat wisata tersebut.
2. Mengatur perekonomian di bidang agraris menjadi lebih baik
            Impor memang menjadi suatu alternatif Negara ini dalam memenuhi permintaan dalam negeri. Namun sangat disayangkan, Negara nan hijau ini lahannya tidak dimanfaatkan dengan baik dalam sektor pertanian. Seperti salah satunya adalah masalah kenaikan harga bawang putih yang mencapai 100% atau lebih dari harga normal. Sebagai seorang menteri ini merupakan PR untuk saya. Saya terpikir untuk membuka lahan baru di berbagai tempat seperti di  Sulawesi, Irian Jaya, dan pulau-pulau terpencil lainnya yang tingkat kesuburannya bagus. Memang untuk hal ini diperlukan penelitian mendalam untuk di berbagai tempat untuk memastikan jenis tanaman yang cocok untuk di budidayakan di lahan tersebut. Dengan hal ini, tentunya angka pengangguran pun dapat dikurangi. Dengan tersedianya lahan baru, tersedia pula lapangan pekerjaan baru. Bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan, dapat bercocok tanam di kampung halamannya. Dan secara otomatis hal tersebut setidaknya dapat mengangkat perekonomian di Indonesia.
3. Peningkatan teknologi
Peningkatan jumlah teknologi dapat memacu meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya peningkatan teknologi memang menimbulkan imbang korban (trade off) antara kemajuan teknologi dan kesempatan kerja. Salah satu jalan keluar untuk mengurangi keterpisahan antara kesempatan kerja dan teknologi adalah dengan konsep yang diajukan oleh penggunaan teknologi madya atau tepat guna di NSB. Dengan penggunaan teknologi ini, manusia dapat memanfaatkan apa yang ada dalam diri dan lingkungannya secara optimal. Kelebihan lain dalam penggunaan teknologi tepat guna ini adalah penekanan pemborosan dalam penggunaan SDA atau energi yang digunakan dalam proses produksi. Menurut saya, Indonesia harus mencoba hal ini. Karena dengan adanya penggunaan teknologi tepat guna, tidak akan timbul imbang korban (trade off) antara teknologi dengan para pekerja. Dengan hal ini, angka PHK akibat penggunaan teknologi mutakhir pun dapat dihindarkan sehingga terjadinya keseimbangan kesejahteraan bagi masyarakat di Indonesia dan berjalannya dengan baik sistem perekonomian.
Hal-hal diataslah yang mungkin saya lakukan apabila saya menjadi seorang menteri perekonomian. Semoga dengan kebijakan-kebijakan saya dapat membuat perekonomian Indonesia lebih maju dari sekarang ini. Insya Allah dengan kebijakan-kebijakan tersebut Indonesia mampu bersaing dalam perdagangan bebas. Peran pemerintah harus lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam hal pengawasan. Dengan pengawasan yang baik, perekonomian akan lebih terkendali dengan baik dan hal-hal penyelewengan tidak akan terjadi, korupsi pun dapat di antisipasi.
Demikian tulisan saya mengenai kebijakan-kebijakan yang akan saya lakukan apabila saya menjadi seorang menteri perekonomian. Apa kebijakanmu kalau kamu yang menjadi menteri perekonomian? Ayo berandai-andai menjadi seorang menteri perekonomian. Kita majukan kembali perekonomian Indonesia. Bangunkan kembali perekonomian Indonesia dari tidur panjangnya!!!

Jumat, 12 April 2013

Sang Matahari Hati






Seberkas sinar terang perlahan menghampiri bumi. Perlahan-lahan sinarnya menyebar menerangi berbagai sudut bumi. Dia selalu muncul mengawali setiap pagi. Aku kenal betul siapa dia, begitu juga dengan kamu.

Namanya matahari..
Suara ayam berkokok dan kicauan burung menjadi pertanda kedatangannya. Seolah memberikan kabar bahagia kepada insan di muka bumi bahwa hari ini Tuhan masih menganugerahi datangnya sebuah pagi.

Namanya matahari..
Matahari menyambut datangnya pagi. Memancarkan sinarnya kepada setiap sudut di belahan bumi tanpa terkecuali.

Terkadang aku merasa iri terhadap bumi. Matahari selalu setia mendampingi bumi hingga senja tiba. Matahari tidak pernah terlihat lelah. Dia tidak pernah absen menampakkan dirinya ke hadapan bumi. Matahari selalu memberikan komposisi sinar yang sama kepada bumi.

Sedangkan aku? Aku adalah seorang jiwa yang baru saja terbangun dari sebuah mimpi manis. Yang seketika tersadar bahwa nasibku tidaklah sama seperti bumi. Aku tidak memiliki pendamping seperti bumi. Aku tidak punya sumber cahaya. Mungkin lebih tepatnya, aku baru saja kehilangan sumber cahayaku.

Aku sungguh iri terhadap bumi. Matahari masih menemani bumi sampai detik ini. Tak sedikitpun aku melihatnya bosan terhadap bumi.

Aku ingin menjadi bumi. Aku ingin disapa “selamat pagi” seperti layaknya matahari terhadap bumi. Aku membutuhkan cahaya seperti layaknya bumi yang membutuhkan cahaya matahari. Aku ingin diucapkan “sampai jumpa” seperti yang matahari sampaikan kepada bumi saat senja mulai menghampiri. Mengapa ucapan “sampai jumpa”? Karena matahari akan datang menghampiri bumi keesokan hari. Bersama, bersenandung riang menyambut datangnya pagi.

Tapi yang aku ingat kini, aku tidak punya sumber cahaya lagi. Aku tidak punya matahari. Matahari ditakdirkan menerangi muka bumi. Lalu dimana matahariku? Aku sendiri tidak tau. Aku tidak tau jalan mana yang harus aku lalui agar bertemu dengan matahariku sendiri. Mungkin aku harus berjalan jutaan kilometer untuk menemukannya. Mungkin matahari yang akan menyambangiku dikemudian hari. Atau mungkin aku tidak akan dipertemukan lagi dengan sang matahari hati.

Kepada sang matahari hati, sampaikan keberadaanmu lewat hembusan angin. Datanglah kembali mengisi ruang yang kehilangan cahayamu. Akan aku persiapkan ayam dan burung untuk berkokok dan berkicau menyambut kedatanganmu dikemudian hari. Akan aku kabarkan kepada awan di atas sana agar berbaris berirama menyaksikan kamu.

Tenanglah sang matahari hati. Tak usah merasa risau. Aku masih menunggu kamu kembali. Tidak akan aku berikan ruang yang kosong itu untuk matahari-matahari lainnya. Karena saat pertama kali ruang kosong itu menyatu bersama cahayamu, saat itu pula perasaanku lumpuh.

Teruntuk sang matahari hati, cepatlah kembali. Terangi kembali ruang yang membutuhkan cahayamu. Buatlah aku merasa seistimewa bumi.

Dibalik atas nama persahabatan


Beberapa tahun silam, seutas tali atas nama persahabatan direntangkan. Kedua ujungnya dipegang erat oleh dua insan yang mengatas namakan dirinya sebagai sahabat. Aku duduk termangu dalam kesendirian. Mengingat sudah berapa lama persahabatan ini terjalin. Dan selama itulah hati ini berselimutkan cinta. Cinta yang perlahan tapi pasti menyiksaku dalam ketakutan. Perasaan ini tertutupkan awan pertemanan. Hingga rasa berani ku pun sirna untuk mengucapkan satu kata bernada cinta.

Kita adalah sahabat. Mungkin itu yang ada di benakmu sejak awal seutas tali itu kita rentangkan. Tapi tidak bagiku. Hati ini menginginkan lebih dari itu. Hati ini tidak mampu mengingkari bahwa cinta itu telah ada dan tumbuh entah sejak kapan. Mungkin saat aku kehilangan sadarku, cinta itu masuk melalui bola mata dan turun ke rongga hati.

Aku tidak bisa menyampaikan satu kata bernada cinta. Payung persahabatan ini begitu melindungi kita. Bukan. Bukan karena aku seorang pengecut. Aku hanya tidak sanggup menghancurkan persahabatan ini. Aku terlalu rapuh untuk kamu tinggalkan dan hidup dalam kenangan yang perlahan akan membuatku gila.

Bukan hanya satu, dua, atau tiga kali rasa ini aku coba kubur sedalam-dalamnya. Aku berharap rasa ini terkubur bersama angan denganmu yang aku bangun sendiri. Aku tidak ingin rasa perih ini menyayat hati lebih dalam lagi dan akhirnya membuatku mati.

Cinta itu justru tak kunjung pergi. Aku dibuatnya tak sanggup lagi. Terbuai dalam keheningan malam sambil menangis meratapi rasa tak wajar ini. Ingin sekali aku menyampaikan cinta. Tapi dinding-dinding keraguan masih menyelimuti hati dan seakan tak mau pergi.

“Apa rasa ini salah?”, gumamku dalam hati.
Cinta hadir dan menyapaku seketika. Menyita sebagian sadarku bahwa hubungan ini dibangun atas nama persahabatan. Rasa ini tidak salah. Aku juga tidak salah memiliki rasa sebesar ini kepadamu. Hanya saja rasa ini jatuh pada orang yang salah dan dalam waktu yang salah.

Aku terus melangkah memantapkan hati untuk mengurungkan niatku mengungkapkan satu kata bernama cinta. Persahabatan ini tidak boleh rusak. Biarlah aku yang memendam rasa ini sendiri. Terbalut dalam luka dan berselimutkan kalut. Aku berharap seiring dengan keluarnya air mata ini, rasa itu pun ikut keluar dari relung hati. Perlahan tapi pasti pergi bersama luka ini dan lambat laun akan mati ditengah kesunyian malam.




Note:
Tulisan ini saya persembahkan teruntuk Amrul, tokoh "aku" dalam tulisan ini.
Beberapa paragraf ini merupakan perwakilan atas tumpahan segala rasa yang mengusik hatinya untuk seseorang berinisial S yang menjadi tokoh "kamu"