Senin, 24 Juni 2013

Rendahnya Kualitas Sarana Fisik Pendidikan di Indonesia





Kualitas sarana fisik pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata sempurna. Banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
Rendahnya kualitas sarana fisik tentu mengakibatkan tidak efektifnya proses belajar-mengajar. Berikut ini adalah artikel yang dikutip dari sebuah situs tentang buruknya sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia ini.
JAKARTA - Kondisi sarana dan prasarana pendidikan dasar di Indonesia hingga saat ini masih memprihatinkan. Sekolah rusak di jenjang SD dan SMP masih menjadi persoalan yang belum juga terpecahkan.
Padahal, pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, perbaikan semua sekolah rusak ditargetkan selesai tahun 2008. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah bakal mengurangi proyek pembangunan yang lain dan meningkatkan pendapatan negara demi membereskan banyaknya siswa yang telantar belajar gara-gara ruang kelas yang ambruk.
Namun,dari paparan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, pekan lalu terungkap sekolah rusak masih jadi pekerjaan rumah pemerintah yang tak kunjung beres.
Sekitar 20,97 persen ruang kelas SD rusak, sementara di SMP sekitar 20,06 persen. Ruang kelas SD yang rusak berjumlah 895.761 unit dan yang rusak ada 187.855 ruang kelas. Di SMP ruang kelas yang rusak mencapai 39.554 dari total 192.029 ruang kelas.
Dana yang dibutuhkan untuk merehabilitasi ruang kelas yang rusak berkisar Rp 17,36 triliun. Namun, dana alokasi khusus (DAK) tahun ini hanya sekitar Rp 10 triliun. Alokasi DAK juga tak bisa digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas.
Pemerintah daerah penerima DAK mesti juga memakainya untuk membangun perpustakaan serta pengadaan sarana peningkatan mutu. "Untuk daerah yang terkena bencana alam yang mengakibatkan banyak sekolah rusak, bisa saja DAK dipakai semua untuk merehabilitasi sekolah," kata Nuh.
Persoalan ruang kelas yang rusak di lapangan menimbulkan penderitaan bagi siswa dan guru. Meskipun pengajuan rehabilitasi kelas rusak sudah lama diajukan sekolah, realisasinya tidak mudah dengan alasan anggaran daerah dan pusat terbatas. (Dikutip dari: www.kompas.com)
            Dalam artikel tersebut terlihat jelas bahwa penanganan pendidikan di Indonesia masih di nomor sekiankan. Sarana dan prasarana pendidikan dibiarkan rusak selama bertahun-tahun. Ini sangat mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan masih sangat buruk. Pemerintah terlihat kurang peduli terhadap perbaikan sarana pendidikan di Indonesia. Padahal setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan. Mereka berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang sama. Pemerintah tidak boleh menutup mata. Masalah buruknya sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia ini bagaikan benang kusut. Pemerintah tidak boleh lupa diri dalam mengayomi setiap warga Negara khususnya generasi muda untuk mendapatkan pendidikan terbaik di Negaranya sendiri.
            Meskipun jumlah anggaran pemerintah untuk pendidikan cukup tinggi, namun hasilnya tidak nampak. Pengalokasian dana untuk pendidikan tidak sepenuhnya dijalankan. Jika pengalokasian dana dilakukan dengan benar tentunya tidak aka nada pemandangan buruk dan rasa prihatin melihat sarana belajar-mengajar minim akan fasilitas. Lagi-lagi hal ini kita sangkut pautkan dengan masalah korupsi. Karena memang sudah menjadi rahasia umum bahwa penyakit korupsi bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya golongan atas, golongan menengah sampai rakyat biasa pun bisa terserang virus korupsi.
            Bantuan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada para peserta didik tidak sepenuhnya diberikan oleh para perantara kepada peserta didik dengan jumlah yang utuh. Banyak alasan-alasan tertentu para perantara dalam melakukan praktiknya. Dalam hal ini perantara bisa saja dari pihak sekolah atau pihak lain. Sungguh ironis memang, dana untuk pendidikan pun masih menjadi ladang korupsi.
            Mungkin pemerintah kurang sadar akan pentingnya pendidikan bagi bangsa ini. Atau mungkin pemerintah disibukan oleh proses pembangunan gedung-gedung bercakar langit tiada henti. Sebagai bangsa Indonesia, saya sangat prihatin dengan keadaan ini. Di era yang serba maju ini, masih saja sulit mendapatkan pendidikan. Kalaupun mudah, tidak jarang dijumpai sekolah-sekolah dengan fasilitas yang minimum. Dapat disimpulakn bahwa saat ini memang pendidikan di nomor sekiankan. Sungguh memprihatinkan. Semoga pemerintah dapat dibukakan matanya dan lebih memperhatikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Negara ini.

Khasiat Daun Lidah Mertua






Apa itu lidah mertua? Jenis tanaman apakah itu? Bagaimana bentuknya? Dan segelintir pertanyaan lain menyeruak di kepala saya ketika menengar nama ini. Maklum saja karena baru pertama kali saya mendengar nama tanaman ini.

Tapi, ternyata tanaman lidah mertua sangat popular di kalangan tanaman hias. Yaa, karena tak lain ia merupakan salah satu spesies tanaman yang masuk kategori sebagai tanaman hias. Mungkin diantara kalian ada yang sudah tidak asing dengan nama ini atau justru telah memilih tanaman ini sebagai tanaman penghias rumah.

Sansevieria atau yang lebih dikenal dengan nama lidah mertua adalah marga tanaman digunakan sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing. Karena bentuknya yang tajam, maka sanseviera disebut sebagai lidah mertua.

Dibanding tumbuhan lain, Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.
Sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.

Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Namun dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa tumbuh subur. Warna daun Sansevieria beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag. Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.

Tahukah kalian?

Sanseviera kini tidak hanya dikenal sebagai tanaman hias saja, tetapi juga dikenal karena beragam manfaatnya dalam penyembuhan penyakit. Padapembahasan kali ini, saya fokuskan untuk membahas fungsi dari bagia daun tanaman sanseviera atau lidah mertua. Berikut ini saya akan membahas bagaimana memanfaatkan daun tanaman lidah mertua untuk mengobati beberapa penyakit.

1. Untuk mengobati gatal-gatal:

1.) Ambil beberapa helai daun lidah mertua, kemudian cuci hingga bersih
2.) Tumbuk dau tersebut hingga halus dan mengeluarkan lendir
3.) Ambil lendir tersebut, dan oleskan pada bagian yang gatal

Untuk pemakaian pertama kali, kulit akan terasa panas.

2. Untuk mengobati luka:

1.) Siapkan satu helai dan lidah mertua, kemudian cuci hingga bersih
2.) Tumbuk daun tersebut hingga halus
3.) Bubuhkan tumbukan tadi diatas luka

3. Untuk mengobati darah tingi:

1.) Siapkan dua helai daun lidah mertua, potong menjadi beberapa bagian, kemudian cuci hingga bersih
2.) Setelah itu rebus potongan daun terseut dengan 2 gelas air bersih sampai mendidih. Jadikan air rebusan tersebut untuk 3 kali minum
3.) Kemudian minum ramuan tersebut 3 kali sehari saat pagi, siang, dan malam

4. Untuk mengobati diabetes:

1.) Siapkan beberapa helai daun lida mertua yang telah dicuci bersih
2.) Kemudian potong-potog dan rebus dengan 3 gelas air bersih hingga menjadi segelas air
3.) Kemudian minum ramuan tersebut 2 kali sehari

5. Untuk mengobati ambient

1.) Ambil beberapa helai daun lidah mertua
2.) Potong-potong menjadi beberapa bagian, kemudian cuci hingga bersih
3.) Keringkan daun tersebut minimal satu hari
4.) Rebus daun terseut dengan 2 gelas air bersih hingga menjadi segelas air
5.) Minum ramuan tersebut 2 kali sehari


Itulah beberapa cara memanfaatkan daun lidah mertua menjadi ramuan penawar penyakit. Penyakit tidak hanya sembuh dengan menggunakan obat-obatan kimia tetapi juga dengan obat-obatan alami yang berada di sekeliling kita. Jadi jangan tergantung pada obat-obatan kimia yaaaa. Herbal itu jauh lebih baik. Mari kita hidup sehat!!!


Tidak Meratanya Kesempatan Pendidikan di Indonesia





Kesempatan memperoleh pendidikan di Indonesia masih terbatas. Tidak meratanya pendidikan juga mengakibatkan kualitas masyarakat Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Padahal pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun identitas bangsa dan faktor untuk menggerakkan perekonomian suatu bangsa. Selain itu, akses pendidikan di Indonesia masih perlu mendapat perhatian. Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dibutuhkan di kota-kota besar, tetapi juga di kota kecil dan tidak hanya di Jawa tetapi diluar Jawa.
Pemerintah hanya terpusat pada pengembangan kualitas pendidikan di kota-kota besar saja. Padahal di desa-desa juga terdapat generasi muda penerus bangsa yang membutuhkan pendidikan bagi kelangsungan hidupnya di masa depan. Pemerintah seharusnya berlaku adil. Kualitas pendidikan di desa dan di kota harus disama ratakan. Tentunya dengan penunjang pengajar yang berkompeten dalam bidangnya.
Ketidakadilan pemerintah dalam pendidikan tidak sampai pada hal diatas saja. Namun seperti yang kita ketahui penetapan Ujian Nasional sebagai pengukur keberhasilan siswa juga dirasa kurang adil. Bagaimana mungkin standardisasi kelulusan siswa ditetapkan secara nasional apabila dalam hal pemerataan kualitas pendidikan saja masih perlu diberi perhatian lebih. Kualitas sekolah di perkotaan tidak sama dengan di desa-desa. Setiap bagian memiliki kebutuhan yang berbeda akan pendidikan.
Ujian Nasional memang masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Belum lama ini berita tentang kekacauan Ujian Nasional menjadi topik utama yang sering diperbincangkan.  Masalah besar telah dialami oleh pendidikan Indonesia yaitu pengunduran pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang serentak seharusnya dilaksanakan diseluruh Tanah Air pada 15 April 2013, namun untuk 11 provinsi harus terpaksa diundur dikarenakan ketidakpastian salah satu perusahaan percetakan pemenang tender dalam pendistribusian soal keseluruh provinsi tersebut.
Dampak yang timbul dari masalah ini yaitu dampak bagi psikologis siswa khususnya. Memang masalah Ujian Nasional ini sudah menjadi perbincangan yang menimbulkan pro kontra dikalangan masyarakat karena dianggap tidak rasional untuk menentukan keberhasilan siswa setelah menjalankan sekolah selama 3 tahun. Namun dilain pihak bisa ada yang berpendapat Ujian Nasional dapat menguji mental siswa – siswi bangsa Indonesia.
Kembali ke permasalahan diatas , dalam masalah ini siapakah pihak yang seharusnya bertanggung jawab? Bila melihat persoalan ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena hal tersebut baru untuk kali ini terjadi. Pihak yang bertanggung jawab yang pertama jelas adalah pihak dari perusahaan percetakan yang telat mendistribusikan soal, meskipun pihak tersebut sudah meminta maaf namun seharusnya kasus ini harus tetap ditindak lanjuti lebih lanjut. Namun disisi lain bila kita berlandaskan atas Undang – Undang diatas maka peran pemerintah juga harus bertanggung jawab atas masalah ini.
Apabila pihak pemerintah (Kemendikbud) di bidang pendidikan lebih menyadari bahwa pendidikan merupakan salah satu komponen pondasi utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara maka persoalan tidak mungkin terjadi. Apabila dilihat permasalahan ini dianggap sangat enteng atau sepele padahal dengan adanya masalah ini justru menjadi sebuah tamparan. Seharusnya pihak pemerintah mampu mencetak anak bangsa yang cerdas dengan mengakomodasi sumber daya untuk dapat digunakan sesuai kebutuhan siswa-siswinya.
Pemerataan pendidikan di Indonesia memang harus diberi perhatian khusus. Pengembangan kualitas akan pendidikan perlu diperbaiki. Perbaikan kualitas pendidikan bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga merupakan tugas kita sebagai warga Negara. Apabila perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, maka tidak hanya kuantitas yang besar melainkan kualitas kesejahteraan masyarakat pun lebih baik sehingga mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia yang lebih baik.
            Sebagai regulator, pemerintah sudah seyogyanya memperhatikan pemerataan pendidikan bagi kaum muda penerus bangsa dan tidak hanya memfokuskan diri pada bidang lainnya. Karena kemajuan pendidikan juga merupakan salah satu unsur keberhasilan pembangunan dalam suatu Negara. 

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan merupakan hal pokok yang dibutuhkan setiap manusia. Pada dasarnya pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan. Setiap manusia membutuhkan pendidikan untuk memperoleh pengetahuan, wawasan, dan informasi dalam berbagai aspek. Pendidikan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan sumber daya manusia dan pengembangan kualitas diri setiap insan. Pendidikan merupakan kunci utama bagi sebuah bangsa untuk menunjukkan intelektualitas diri dalam persaingan global. Pendidikan dapat mempengaruhi berbagai bidang di dalam perkembangan dan kemajuan suatu negara seperti bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya bangsa.
Pendidikan merupakan tugas Negara yang paling penting. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan syarat dasar bagi terbentuknya suatu peradaban yang lebih baik. Sudah bukan menjadi sebuah rahasia jika di dalam sebuah Negara yang maju terdapat manusia-manusia hebat di dalamnya. Saat ini jelas terlihat bahwa banyak negara-negara maju memiliki sumber daya manusia yang sangat berkualitas dan mampu mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik dalam perkembangan serta pembangunan negaranya. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari sumber daya manusia yang dimilikinya mampu menguasai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai Negara berkembang, Indonesia memiliki berbagai masalah tersendiri dalam berbagai aspek kehidupan bernegaranya. Selain terpuruk dalam masalah ekonomi, politik, HAM, dan pertahanan dan keamanan, Indonesia juga memiliki masalah besar dalam membekali anak-anak sebagai tunas bangsa dengan pendidikan yang layak agar menjadi sumber daya yang berkualitas dan mampu ikut serta dalam mengembangkan dan membangun Negaranya ke arah yang lebih baik di masa depan.
Dewasa ini di Indonesia sendiri masalah pendidikan masih di nomor sekiankan. Pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Bahkan jauh tertinggal oleh negara-negara lain. Masalah pendidikan di Indonesia bagaikan benang kusut. Sungguh ironis melihat ketidakmerataan pendidikan di negeri ini. Hanya orang-orang golongan atas yang bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Sedangkan para golongan bawah semakin dekat dengan kebodohan dan miskin akan ilmu.
Undang-undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945 pasal 31 ayat 1 berbunyi “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. Tapi realitanya banyak calon generasi penerus bangsa yang tidak bersekolah. Alasannya terkait dengan biaya pendidikan. Ketimpangan sistem pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan pun begitu tampak bertolak belakang. Hal ini sungguhlah ironis. Akibat kondisi seperti ini, terjadi pengangguran dimana-mana dan kriminalitas menjadi hal utama yang menjadi mata pencaharian mereka. Kemiskinan pun menjadi lingkaran setan yang semakin sulit untuk diputuskan.
Semua pemuda di negeri ini adalah calon generasi penerus bangsa. Semua generasi penerus bangsa harus dibekali dengan pendidikan yang matang tanpa terkecuali. Generasi muda adalah identitas bangsa. Baik buruknya sebuah Negara dapat dinilai dari kualitas sumber daya manusia di dalamnya.
Ketidakmerataan pendidikan di Indonesia yang tidak sesuai dengan isi pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi bahwa “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. Sedangkan pada realtinya bisa dilihat secara jelas bagaimana bertolak belakangnya pendidikan di negeri ini antara golongan atas dan golongan bawah. Semua ketidakadilan dalam hal pendidikan di Indonesia terpampang nyata perbedaannya dengan Negara lain. Negara ini masih dirasa kurang memeperhatikan pendidikan bagi warga negaranya. Padahal, sudah kita ketahui secara pasti bahwa pendidikan suatu bangsa dapat dijadikan sebagai tolak ukur seberapa mampu bangsa tersebut bersaing dengan bangsa lain dalam dunia global.

Jumat, 31 Mei 2013

Hubungan antara hukum ekonomi dan kesejahteraan masyarakat


Apa itu hukum?
Hukum sebuah sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia dapat terkontrol. Hukum adalah aspek terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan, hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh karena itu setiap masyarakat berhak mendapatkan pembelaan di depan hukum.

Apa itu ekonomi?
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah “ekonomi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Oikos” yang berarti rumah tangga dan “nomos” yang berarti peraturan. Jadi secara garis besar ekonomi dapat diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga.

Hukum dan ekonomi
Ekonomi merupakan suatu bentuk organisasi masyarakat yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi memiliki pengaruh terhadap hukum. Pengaruh ini antara lain dalam pertimbangan-pertimbangan untung-rugi yang berpengaruh pada kerja hukum. Masyarakat mematuhi hukum kini atas dasar tujuan spekulasi. Apabila masyarakat melihat adanya keuntungan ekonomis, maka mereka akan mematuhi hukum. Namun sebaliknya, apabila mereka tidak melihat adanya kerugian ekonomis maka mereka tidak akan mematuhi hukum yang berlaku.
Sudah kita ketahui bahwa pembangunan ekonomi di Indonesia ini tidak lah merata. Dapat kita lihat secara kasat mata bahwa hasil positif dari perkembangan yang pesat ini hanya berarti untuk para pelaku ekonomi berskala besar atau disebut golongan atas. Sedangkan golongan bawah justru dirugikan karena tidak menikmati hail-hasil pembangunan ekonomi di Negara ini.
Di dalam ekonomi sendiri terdapat 2 model strategi dalam pembangunan ekonomi, antara lain:
1. Model ekonomi berencana. Model ini menekankan pada tujuan dan menyandarkan kekuatan pada hukum, maka akan dilihat sebagai suatu transformasi dari kegiatan ekonomi. Disini hukum sebagai penterjemah tujuan ke bentuk norma-norma dan sebagai acuan terhadap apa yang dicita-citakan.
2. Model ekonomi pasar. Model ini tidak digerakkan dari pusat kekuasaan, akan tetapi ke mekanisme pasar seperti permintaan dan penawaran.disini hukum dipandang sebagai ramalan, pandangan, dan jaminan kepastian hukum demi lancarnya suatu usaha. Hukum juga dipandang sebagai sebuah media kreatif bagi pelaku usaha atau sebagai jaminan pelindung agar merasa aman dalam bertransaksi.

Hukum ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
Ekonomi mempengaruhi kesejahteraan suatu Negara. Apabila di dalam suatu Negara pertumbuhan ekonominya semakin baik, mka dapat dikatakan Negara tersebut semakin sejahtera. Dan bgegitu juga sebaliknya, apabila suatu Negara pertumbuhan ekonominya semakin buruk, maka Negara tersebut semakin jauh dari kata sejahtera. Mengapa demikian? Karena meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi memberikan dampak meningkatnya pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, maka masyarakat akan mampu memperbaiki kehidupannya. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan primer, sekunder, ataupun tersier sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat berbanding lurus dengan tingkat pendapatan masyarakatnya. Apabila pendapatan masyarakat meningkat, maka angka pengangguran pun dapat berkurang dan otomatis kriminalisasi di Negara ini akan berkurang dan berangsur-angsur membaik. Selain itu aksi protes dalam bentuk demonstrasi akibat ketidakpuasan terhadap kebijaksanaan yang ada pun dapat berkurang apabila mereka mendapatkan hasil yang setimpal dengan pengorbanaan yang mereka lakukan. Dengan begitu rakyat akan sejahtera dan Negara ini akan aman dari tindak kriminalitas bermotifkan ekonomi.
Sebagai regulator, pemerintah juga memilki berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. 5 langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan bangsa ini antara lain:
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya di Negara ini dapat diperbaiki melalui peningkatan fasilitas pendidikan yang menyebar ke seluruh daerah. Peningkatan sistem infrratruktur dan suprastruktur dalam pendidikan perlu dilakukan dan diadakan evaluasi.
2.  Percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat
3. Peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup
4. Pemantapan reformasi birokrasi dan hukum serta pemantapan demokrasi dan keamanan nasional
5. Penguatan perekonomian domestic yang berdaya saing tinggi dan dan didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi.

Kamis, 30 Mei 2013

Pengaruh globalisasi terhadap perekonomian Indonesia




Kata globalisasi kini bukan kata yang asing bagi telinga kita. Ya, karena memang semua bangsa dan peradabannya di seluruh belahan dunia telah memasuki era baru ini. Namun, seberapa mengerti kah kita tentang arti dari globalisasi itu sendiri? Dan bagaimana globalisasi mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia terutama dalam perekonomian? Untuk itu, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian tentang globalisasi itu sendiri.

Pengertian Globalisasi
Globalisasi merupakan suatu proses dimana hubungan sosial dan saling ketergantungan antar negara dan antar manusia menjadi semakin tidak berbatas. Sedangkan menurut  Selo Soemardjan, Globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah - kaidah yang sama. Globalisasi terjadi pada bidang informasi, ekonomi, serta budaya. Sudah sejak lama pemerintah Indonesia menggembar - gemborkan tentang globalisasi itu sendiri. Dengan harapan masyarakat dan pelaku industri siap menghadapi segala dampak dari globalisasi terutama pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia.
Globalisasi berpengaruh pada setiap aspek dalam kehidupan manusia, baik dalam sistem bermasyarakat, ekonomi, politik, social, dan juga budaya. Sebagai masyarakat yang mengalami proses globalisasi, tentunya kita dapat merasakan sendiri bagaimana pengaruh globalisasi terhadap kehidupan kita.
Perlu ditekankan disini bahwa pada kenyataannya di Negara kita tidak semua masyarakat dapat dengan mudah menerima globalisasi. Mungkin untuk sebagian masyarakat globalisasi menjadikan kehidupan mereka lebih mudah. Contohnya untuk masyarakat perkotaan, kaum muda, dan golongan kelas atas, adanya globalisasi bukanlah suatu masalah bagi mereka. Karena dengan adanya globalisasi mereka dapat dengan mudah memperoleh produk dari Negara lain, kemudahan berinteraksi dengan masyarakat di Negara lain, serta kemudahan dalam mengakses informasi jarak jauh. Namun untuk sebagian masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di daerah terpencil, golongan kelas bawah, serta golongan tua sulit untuk menerima globalisasi bahkan menolak adanya globalisasi. Itulah dinamika globalisasi di Negara kita. Masih saja ada pro dan kontra terhadap globalisasi.
Pasar bebas merupakan salah satu bentuk nyata dari globalisasi ekonomi. Dengan adanya globalisasi memberikan pengaru pada perkembangan ekonomi Indonesia diantaranya adalah tumbuhnya kreativitas para pelaku ekonomi Indonesia dan perlahan-lahan produk-produk buatan Indonesia mulai dikenal di mata dunia. Dengan adanya globalisasi, para pelaku ekonomi, memang dituntut untuk semakin kreatif menciptakan produk – produk yang tidak hanya mampu bersaing dengan produk-produk lain di dalam negeri, namun juga harus mampu bersaing dengan produk - produk dari negara lain. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran. Terlebih lagi sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang - barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk - produk buatan Indonesia.

Dampak-dampak globalisasi terhadap perekonomian Indonesia

Globalisasi memberikan banyak dampak bagi perekonomian Indonesia. Globalisasi memberikan dampak positif dan negative terhadap perekonomian kita.

Dampak positif globalisasi terhadap perekonomian Indonesia:
  • Semakin luasnya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
  • Mudahnya akses penanaman modal di Indonesia. Mudahnya akses untuk modal investasi di Negara ini memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran. Karena apabila investasi tersebut bersifat langsung, misalnya saja pendirian pabrik baru di Indonesia maka otomatis hal ini akan memberikan dampak baik yaitu semakin bertambahnya jumlah lapangan kerja. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi kelangkaan modal yang terjadi di Indonesia.
  •  Memudahkan masyarakat memperoleh barang-barang yang dibutuhkan dan belum bisa diproduksi di Indonesia.
  • Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga hal ini menyebabkan banyak munculnya lapangan kerja baru di bidang pariwisata yang sekaligus merupakan suatu strategi yang menjadikan tempat pariwisata sebagai ajang promosi produk Indonesia.


Sedangkan dampak negatif dari globalisasi terhadap perekonomian adalah sebagai berikut:
  • Pudarnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena sebagian besar produk-produk yang ada di Indonesia di dominasi oleh produk dari luar negeri yang membanjiri sejumlah pasar di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya jati diri bangsa Indonesia sehingga dapat menghilangkan beberapa perusahaan kecil dalam negeri. Ketimpangan ekonomi dari kapitalisme pasar bebas membuat perusahaan besar semakin kaya, dan perusahaan kecil semakin miskin. Misalnya, sejak diberlakukannya AFTA, keberadaan pasar China yang menawarkan berbagai macam produk dengan harga jual rendah semakin menggeser perusahaan kecil dalam negeri di Indonesia. Produk Notebook (Laptop) buatan Luar Negeri (seperti: Axioo, Compaq, Acer, dsb) lebih diminati masyarakat Indonesia dibanding produk notebook (laptop) buatan dalam negeri Indonesia (Zyrex), dan lain sebagainya.
  • Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.
  •  Sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
  • Masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Dengan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia menyebabkan semakin tingginya persaingan dalam dunia kerja di Negara sendiri. Sudah menjadi rahasia umum jika garis besarnya tenaga kerja luar negeri memilki kualitas di atas kualitas masyarakat dalam negeri. Hal ini menyebabkan lapangan kerja yang kian sempit di Indonesia ini semakin sempit saja.


Sabtu, 18 Mei 2013

Surat Kecil Untuk Kamu




Aku bersembunyi di kolong langit malam.

Duduk dan berpikir tentang sebuah keadaan. Membawa ruang tak sadarku ke sebuah jembatan yang mengantarkanku ke dalam sebuah memori.

Aku bergegas mengambil sebuah kotak dari dalam lemari. Kotak itu adalah kotak kenangan. Sesuai dengan namanya, aku banyak menyimpan kenanganku didalamnya. Sebelumnya aku sudah berjanji tidak akan membukanya. Tapi malam ini kerinduan begitu hangat menyelimuti. Menggerakkan tanganku untuk membuka dan terlelap sekejap dalam memori masa lalu. Aku hanya akan membukanya sebentar. Aku hanya ingin membaca-baca ulang untaian kata yang dulu pernah kamu buat untuk aku.

Ah, aku pikir aku hanya akan terlelap sekejap. Tapi nyatanya justru menjajah pikiranku cukup lama. Begitulah, segalanya tentang kamu memang mampu mengalihkan pikiranku sepersekian detik saja.

Aku keluar kamar. Mencoba menghirup angin malam dari depan balkon. Aku menengadah ke atas langit. Kerumunan bintang menjadikan langit lebih indah. Jika hanya ada satu bintang, langit terasa sepi. Tapi malam ini bintang-bintang menunjukkan kepadaku bahwa kebersamaan mencerminkan sebuah keindahan.

Jika bicara tentang kebersamaan, aku teringat kembali sosok kamu. Kebersamaan? Bagaimana mungkin ada jika banyak kata yang tidak tersampaikan? Aku bukanlah seorang cenayang yang bisa mengerti tanpa perlu kamu beri tahu. Aku bukanlah seorang ahli yang perlu membuat hipotesa untuk kemudian aku buktikan sendiri kebenarannya. Aku tidak ingin menyibukkan diri menerka-nerka beragam probabilitas atas semua ini. Aku hanya ingin kamu berkumandang tentang kebenaran. Walau nyatanya tanpa kamu ketahui aku pun sudah lebih tahu tentang kamu. Tentang semua asa yang berhasil mengoyak-ngoyak jiwa. Sekali lagi, manis atau pahitnya itu semua yang aku ingin hanya  mempergunakan kedua telingaku untuk menyimak kebenaran dari mulut kamu.

Dengan segenap rasa kalut yang masih setia menyelimuti, aku mencoba menorehkan kata demi kata di atas secarik kertas. Aku mencoba menyusun ceceran-ceceran kata yang berkeliaran bebas di dalam pikiranku menjadi sebuah surat untuk ku tujukan kepadamu.

Aku ingin berbicara kepadamu. Aku ingin berbicara walau hanya lewat racikan kata yang sederhana. Aku ingin berbicara walau hanya melalui secarik kertas yang terisi penuh dengan goresan pena. Tapi, kata-kata yang aku racik bukan sembarang kata. Aku menyusunnya atas nama cinta. Goresan pena yang aku torehkan dalam secarik kertas adalah lukisan perasaan yang aku dengar dari hati yang kian berbisik pilu.

Pikiran ini seperti wadah. Kata-kata adalah senyawanya. Di dalam wadah terisi senyawa-senyawa yang kian bergerak bebas kesana kemari. Untuk saling berkaitan, senyawa-senyawa membutuhkan ikatan kimia. Tapi senyawa-senyawa yang aku punya bukanlah bagian dari ilmu kimia. Senyawa ini terbentuk atas partikel-partikel rindu. Aku menyatukannya dengan ikatan cinta.

Atas nama cinta aku tuliskan surat kecil untuk kamu.

Bertemankan sejuta rasa kecewa, aku sampaikan kerinduan yang pernah ku coba bunuh namun masih saja tetap tumbuh.

Aku ingin tahu kabar kamu.

Pernahkah kamu terima salam yang aku titipkan kepada angin di setiap pagi dan malam hari?

Apa kamu juga merindukan aku? Atau kamu telah bergegas melangkah pergi?

Entahlah……

Rasa percayaku sangat mahal harganya untuk kamu. Hingga sulit untuk aku membangun semua yang kamu pinta dari awal lagi. Semua tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sejujurnya aku benci menuliskan semua ini. Aku benci mengakui keberadaan kamu yang masih tersimpan di pelupuk hati. Namun ini semua adalah perasaan yang tidak dapat aku hindari apalagi aku coba bunuh sampai mati. Untaian-untaian kata ini hanya dapat aku tuliskan tanpa aku kirim kepada kamu, orang yang ada pada kolom penerima. Bukan karena aku pengecut. Aku hanya mampu menuliskannya dan berbagi pada orang lain dalam social media ini. Tanpa perlu kamu baca, tanpa perlu kamu tahu. Karena aku tidak ingin kamu merubah sikapmu hanya karena tersentuh oleh kata-kata yang telah aku susun rapih. Biarkanlah aku dan orang-orang lain yang menikmati.