Minggu, 21 Oktober 2012

Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi




Andai aku menjadi menteri koperasi. Isi tulisan ini sama seperti judulnya diatas, “Andai Aku Menjadi Menteri Koperasi”.  Saya akan berandai-andai apabila saya menjadi seorang menteri koperasi.  Apa saja yang akan saya lakukan apabila saya menjadi menteri koperasi? Apa peran saya terhadap koperasi di Indonesia ini yang jumlahnya kian surut? Kebijakan apa yang saya buat untuk memajukan koperasi di Indonesia ini?
Menjadi seorang menteri bukanlah hal mudah. Tentu saja banyak hal-hal yang harus kita pertimbangkan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah kita buat. Menjadi menteri bukan pekerjaan yang sepele, yang hanya bisa berongkang-ongkang kaki di atas kursi nyaman dan cukup menjadi penonton saja terhadap pergerakan pengkoperasian di Indonesia. Kalau hanya menjadi penonton saja, rakyat biasa pun bisa. Kalau hanya ingin menyandang gelar “Menteri” demi kehormatan, untuk apa? Justru sebaliknya, seorang menteri diharapkan mampu ikut menangani masalah-masalah yang terjadi di dalam pengkoperasian di Indonesia dewasa ini. Seorang menteri harus memiliki wawasan dan pengalaman yang cukup, keahlian teknis di bidangnya, serta JUJUR dan BERTANGGUNG JAWAB. Mengapa harus jujur dan bertanggung jawab? Bukankah di Negara kita ini banyak sekali orang yang pintar, terbukti dari berbagai kompetisi olimpiade Internasional, pelajar-pelajar di Indonesia tak pernah absen dari gelar juara. Namun berapa jumlah orang jujur dan bertanggung jawab? Sangat minim sekali. Kejujuran dan sikap bertanggung jawab kini krisis dalam jiwa pemimpin-pemimpin Negara kita. Buktinya saja, berapa banyak pejabat-pejabat Negara yang telah dijebloskan ke dalam penjara akibat korupsi. Mereka seperti tikus pengerat yang terus menggerogoti asset Negara.

Andai saya menjadi menteri….
Tidak ingin saya seperti mereka yang tak merasa berdosa mengambil yang bukan hak mereka. Mengumbar janji kesana-kemari tanpa dibuktikan. Saya ingin menjadi seorang menteri yang amanah, jujur serta bertanggung jawab. Saya ingin bertekad memajukan koperasi Indonesia serta mengenalkan koperasi Indonesia di dunia. Saya ingin menjadi menteri yang mengayomi masyarakatnya, lebih dekat dengan rakyat sehingga tujuan bersama untuk mencapai kesejahteraan dapat terwujud.
Menurut pendapat saya, koperasi di Indonesia memang masih berjalan. Namun sangat memprihatinkan, koperasi kini sudah jarang terdengar lagi kiprahnya dalam perekonomian Indonesia. Kemanakah koperasi kita? Koperasi kini di Indonesia tidak sebanyak koperasi pada era sebelumnya. Ini memang era baru, namun haruskah koperasi yang mengamalkan nilai pancasila terkikis oleh zaman?
Sebagai seorang menteri koperasi, saya wajib berperan penting serta mengawasi pergerakan koperasi di Indonesia. Hal-hal yang akan saya lakukan untuk memajukan koperasi di Indonesia antara lain:

1. Memberikan dukungan moril terhadap anggota koperasi
Melihat banyaknya badan-badan usaha lain atau dapat kita sebut sebagai pesaing koperasi dewasa ini dikhawatirkan menurunkan mental para anggota koperasi untuk terus berkoperasi. Saya khawatir mereka akan underestimated terhadap kemampuan koperasi mereka dalam bersaing dengan badan usaha lain. Hal tersebut dirasa memungkinkan seseorang untuk keluar dari koperasi karena dianggap sudah kalah pamor dengan badan usaha lainnya. Dukungan terhadap koperasi dirasa sangat perlu diberikan. Penyuluhan-penyuluhan guna memajukan koperasi pun harus tetap berjalan. Dengan mental yang kuat, para anggota koperasi tidak akan pantang menyerah dan akan berusaha bekerjasama memajukan koperasi mereka, tentunya dengan dukungan-dukungan dari pemerintah.

2. Meningkatkan sosialisasi menggunakan internet
Di era globalisasi ini siapa yang tidak kenal dengan internet? Semua mengenal internet, dari anak-anak hingga orang tua, khususnya masyarakat perkotaan. Mereka menggunakan internet untuk kebutuhannya masing-masing. Terpikir oleh saya, mengapa saya tidak mensosialisasikan kepada masyarakat tentang koperasi menggunakan internet? Internet kini sedang marak-maraknya digunakan oleh berbagai manusia di belahan bumi. Pengiklanan lewat internet kini menjadi hal lumrah yang dilakukan oleh setiap badan atau instansi dalam bidang advertising. Banyak sekali aplikasi-aplikasi di internet yang bisa saya gunakan untuk mensosialisasikan koperasi terhadap masyarakat. Sehingga angka kebutaan masyarakat Indonesia terhadap koperasi dapat diminimalisir. Begitu banyak masyarakat yang buta terhadap koperasi, tak mengenal apa itu koperasi. Salah satu jalannya, saya dapat mensosialisasikannya lewat internet. Saya bisa mewajibkan setiap koperasi untuk membuat situs di internet. Sehingga koperasi tersebut dikenal di masyarakat. Dan masyarakat pun dapat mengakses informasi tentang koperasi tersebut dengan efektif dan efisien.

3. Sosialisasi menggunakan media elektronik (TV, Radio)
            Balik lagi ke kebijakan sebelumnya, selain internet media elektronik seperti televisi dan radio pun dapat digunakan sebagai alat mensosialisasikan koperasi. Jangan hanya partai politik saja yang dapat mengiklankan dan mempromosikan partainya. Koperasi pun tidak boleh kalah saing, pengiklanan lewat media elektronik dirasa sama efektifnya dengan internet. Berbeda dengan zaman dahulu, kini televisi dan radio bukan barang prestice lagi. Hampir setiap rumah memiliki televisi, bahkan tidak jarang dari satu buah rumah memiliki televisi lebih dari satu. Dengan mensosialisasikan apa itu koperasi dan apa manfaat berkoperasi lewat media elektronik, masyarakat akan lebih mengenal koperasi.


4. Meminimalisir jumlah mini market yang beroperasi
Minimarket, supermarket kini banyak bertebaran di jalan-jalan kota. Lalu bagaimana koperasi dapat melebarkan sayapnya apabila mini market dan supermarket jumlahnya terus bertambah? Di stasiun, pom bensin, jalan-jalan utama dan tempat-tempat lain tidak jarang kita melihat pemandangan mini market disana. Namun pernahkah kita lihat koperasi di perkotaan ada disetiap sudut jalan utama, stasiun, atau pom bensin? Tidak. Menurut saya, karena jumlah koperasi yang kalah dengan mini market ataupun supermarket itulah yang membuat koperasi sulit berkembang. Apalagi, masyarakat-masyarakat Indonesia sekarang ini lebih memilih berbelanja di minimarket dan supermarket dibandingkan di koperasi. Entah karena rasa kurang percaya mereka terhadap koperasi atau karena faktor lain, misalnya sudut pandang yang menganggap bahwa berbelanja di mini market ataupun supermarket terlihat lebih keren di mata kalangan lain. Tapi menekan jumlah mini market dan supermarket di Indonesia saya rasa sangat perlu. Bayangkan jika jumlah mini market terus bertambah, dimana lagi koperasi bisa membuka usahanya? Selain karena dengan adanya mini market membuat koperasi sulit melebarkan sayapnya, dengan adanya minimarket dan supermarket juga membuat penyempitan lahan hijau di Indonesia yang digarap dan dijadikan mall-mall besar dengan supermarket yang besar di dalamnya.

5. Mengaktifkan koperasi yang mati
Sulit memang membangun sesuatu yang telah mati. Namun dengan keyakinan, insya Allah saya bisa menghidupkan kembali koperasi. Saya akan berusaha untuk mengkaji kembali apa yang membuat koperasi-koperasi tersebut menjadi tidak aktif. Saya prihatin terhadap jumlah koperasi saat ini. Data menunjukkan bahwa kurang lebih 48.000 dari total sekitar 177.000 koperasi di Indonesia berada dalam kondisi tidak aktif. Saya khawatir jumlah koperasi yang tidak aktif akan semakin bertambah. Untuk itu saya akan melakukan pengkajian terhadap koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut. Selain itu, saya juga akan terus mengayomi koperasi-koperasi yang masih aktif agar terus dapat berkembang dengan baik.
Hal-hal diataslah yang mungkin saya lakukan apabila saya menjadi seorang menteri koperasi. Semoga dengan kebijakan-kebijakan saya dapat membuat koperasi Indonesia lebih maju dari sekarang ini bahkan kalau bisa dapat dikenal di mata dunia. Insya Allah dengan kebijakan-kebijakan tersebut koperasi dapat terus berlayar dalam perairan perekonomian Indonesia. Peran pemerintah harus lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam hal pengawasan. Dengan pengawasan yang baik, koperasi akan lebih terkendali dengan baik dan hal-hal penyelewengan tidak akan terjadi, korupsi pun dapat di antisipasi.
Demikian tulisan saya mengenai kebijakan-kebijakan yang akan saya lakukan apabila saya menjadi seorang menteri koperasi. Apa kebijakanmu kalau kamu yang menjadi menteri koperasi? Ayo kita hidupkan kembali koperasi Indonesia!!

Senin, 15 Oktober 2012

Inilah wajah koperasi di Indonesia saat ini






Koperasi? Seringkah kata ini terdengar di telinga kita? Ya, dari anak SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa pun tak asing lagi dengan kata ini. Namun apa sih definisi dari koperasi sebenarnya?
Koperasi adalah suatu bentuk badan  usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hokum yang melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dengan tujuan menyejahterakan anggotanya. Koperasi merupakan salah satu badan dalam perekonomian yang merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Setiap anggota dalam kopersai memiliki hak suara yang sama untuk mengendalikan setiap keputusan secara bersama tanpa pandang bulu.
Bagaimana sejarah koperasi?
Koperasi bermula pada abad ke 20. Koperasi bukan tumbuh dari kalangan orang-orang kaya, melainkan dari kalangan rakyat yang merasa senasib sepenanggungan sehingga menjalankan usaha bersama dengan tujuan mensejahterakan. Kehidupan mereka yang tergolong sederhana dan terbatasnya kemampuan ekonomi membangkitkan mereka untuk keluar dari penderitaan yang sama, dan spontan menyatukan diri untuk dapat keluar dari beban yang sama agar tercapainya sebuah kesejahteraan bersama.
Patih R. Aria Wiraatmaja, seorang pamong praja di Purwokerto, Jawa tengah pertama kali memperkenalkan ide-ide pengkoperasian. Pada tahun 1896 beliau mendirikan sebuah bank yang untuk para  pegawai negeri (priyayi). Cita-citanya kemudian dilanjutkan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1927 dibentuklah Serikat Dagang Islam dengan tujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusaha-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, didirikan Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Bagaimana kondisi koperasi di Indonesia saat ini?
            Kondisi koperasi di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Hanya sebagian kecil saja yang masih aktif beroperasi. Bayangkan saja, sebanyak 27 persen dari 177.000 koperasi yang  ada di Indonesia atau sekitar 48.000 koperasi kini tidak aktif. “Angka koperasi yang tidak aktif memang cukup tinggi. Saat ini jumlah koperasi di Indonesia ada sekitar 177 ribu dan yang tidak aktif mencapai 27 persen,” jelas Guritno Kusumo, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.
            Beliau memaparkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka koperasi yang tidak aktif, antara lain pengelolaan yang tidak professional. Namun sampai saat ini kementrian masih mendata dan mengkaji ulang sebenarnya faktor apa yang menyebabkan tidak aktifnya 48.000 koperasi di Indonesia.
            Sudah lebih dari satu abad koperasi berdiri, seharusnya sudah lebih banyak pengalaman yang dapat diserap demi memperbaiki peranan koperasi di Indonesia. Dewasa ini, semakin berkurangnya jumlah koperasi yang aktif mencerminkan bahwa kurang terkelolanya koperasi di Indonesia ini. Buktinya saja, dari hasil survey terbukti hanya sekitar 189 jenis koperasi dari sekitar 649 yang melaksanakan rapat anggota tahunan. Betapa memprihatinkannya pengelolaan terhadap badan usaha yang satu ini.
            Selain masalah pengelolaan yang menjadikan berkurangnya jumlah koperasi yang aktif, hal lain yang patut dikaji ulang adalah masalah kurangnya sumberdaya yang kompeten. Kurangnya anggota koperasi yang cukup berpengalaman dalam melakukan pengelolaan akan memberikan dampak tersendiri pada suatu koperasi. Selain itu permasalahan kopersi yang perlu dilihat lebih lanjut adalah masalah penggalakkan dan promosi yang harus ditingkatkan lagi serta membawa pesan-pesan promosi yang baik dan sesuai dengan tujuan dasar dari kopersi tersebut.

Mengapa minat masyarakat rendah terhadap koperasi?
Kalau dilihat dari segi tujuannya, koperasi bertujuan menyejahterkan anggotanya dengan asas kekeluargaan. Tujuan yang baik ini mengapa tidak cukup menjadi alasan para masyarakat untuk bergabung dalam badan usaha ini? Bukankah di dalam koperasi itu semua anggota memiliki hak yang sama, tidak ada perbedaan antara satu dan yang lainnya. Harusnya itu menguntungkan bagi anggotanya karena tidak ada ketimpangan dalam badan usaha ini. Tapi lagi-lagi mengapa minat masyarakat terhadap koperasi dewasa ini justru rendah?
Koperasi sulit berkembang dan diterima masyarakat karena faktor-faktor berikut ini:
1. Kurangnya Promosi dan Sosialisasi
Masyarakat sebagai subjek yang menjalankan usaha tersebut wajib mengetahui tentang koperasi tersebut. Sehingga, akan lebih efektif apabila koperasi terjun langsung dalam bersosialisasi terhadap masyarakat agar segala aspek yang berkaitan tentang koperasi tersebut lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu promo yang ditawarkan dan kurang kreatifnya koperasi untuk mempromosikan menyebabkan rendahnya minat masyarakat untuk dapat ikut serta dalam koperasi.
2. Kesadaran masyarakat untuk berkoperasi masih lemah
Kesadaran masyarakat untuk berkoperasi masih terholong rendah, apalagi pemuda-pemudi saat ini. Anggapan bahwa koperasi merupakan usaha yang kuno masih melekat dalam asumsi mereka. Pemuda-pemudi di era ini lebih memilih menghabiskan waktu diluar. Untuk belajar saja pemuda-pemudi masih terhitung jarang, apalagi untuk terjun langsung ikut berusaha bersama dalam koperasi.
3. Harga barang di koperasi lebih mahal dibandingkan harga pasar
            Harga barang yang relative lebih mahal menyebabkan masyarakat enggan untuk membeli barang di koperasi. Mereka lebih memilih untuk membeli barang di tempat lain dengan kualitas yang sama dan harga yang lebih murah. Dengan enggannya masyarakat untuk membeli barang di koperasi menyebabkan berkurangnya laba yang dihasilkan di dalam koperasi atau bahkan koperasi merugi.
4. Sulitnya anggota untuk keluar dari koperasi
            Sulitnya menciptakan regenerasi dalam koperasi yang menyebabkan sulitnya anggota untuk keluar dari koperasi tersebut. Berlama-lama menjabat akan membuat seseorang jenuh da nada keinginan untuk keluar dari koperasi. Hal inilah yang membuat masyarakat enggan berkecimpung di dalam koperasi karena sulitnya untuk melepaskan diri dari koperasi karena tidak adanya pengganti (regenerasi).
5. Kurang dirasakan peran dan manfaat koperasi bagi anggota dan masyarakat
Belum mampunya koperasi dalam meyakinkan anggota serta masyarakat untuk berkoperasi serta kurang baiknya manajemen dan kejelasan keanggotaan koperasi menyebabkan masyarakat kurang merasakan peranan koperasi itu sendiri. Masyarakat belum merasakan manfaat dengan adanya koperasi, apalagi masyarkat perkotaan.
6. Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi
Kurang adanya keterpaduan antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub sektor lain, menyebabkan seolah-olah program pengembangan sub sektor koperasi berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.
Lalu, apa yang harus diperbaiki oleh koperasi?
            Koperasi sebagai salah satu usaha bersama yang merupakan pengamalan dari nilai pancasila seyogyanya dapat berkembang di Indonesia ini. Dengan melihat tujuan dan prinsipnya, koperasi sangat ideal bagi kepribadian bangsa Indonesia demi menyejahterakan sesamanya. Untuk dapat bernafas lebih lama dalam perekonomian Indonesia, tentunya koperasi perlu mengkaji ulang dan memperbaiki berbagai hal. Hal-hal yang perlu diperbaiki dalam koperasi antara lain:
1. Pemanfaatan teknologi dalam sosialisasi dan promosi.
2. Fleksibilitas kelembagaan koperasi dalam mengantisipasi dinamika perubahan akibat globalisasi
3. Pengawasan koperasi dalam era transparasi dan bertanggung jawab
4. Peningkatan dan pengembangan struktur permodalan
5. Peningkatan dan pengembangan kerjasama usaha dalam rangka membangun sistem jaringan usaha yang strategis.
6. Pembinaan dan pengembangan manajemen koperasi berdasas pengembangan sistem informasi
7. Peningkatan dan pengembangan kesempatan usaha bagi koperasi dalam era pasar bebas.
Koperasi Indonesia diharapkan dapat terus berjalan dan berkembang bukan hanya karena koperasi sebagai pengamalan dari nilai pancasila. Tapi koperasi memang harus tetap aktif dalam  perekonomian Indonesia agar tercapainya kestabilan ekonomi dan terciptanya tujuan bersama yaitu kesejahteraan umum.

Sabtu, 30 Juni 2012

Biography

Let me introduce my self..

Hmm oke bloggy. Actually, gatau harus nulis apa dan gimana karena emang gue ga pernah blogging sebelumnya hahaha (bikin blog juga kepaksa karena media buat posting tugas). Oke gue akan mulai cerita kehidupan gue delapan belas tahun silam sampe sekarang (tua yaaa hahaha tapi imut kok serius deh hahaha). Gue lahir di Jakarta, tanggal 15 September 1993 tepatnya hari rabu. Gue lahir dari seorang wanita luar biasaaaaa buat gue yang tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung gue sendiri dan diberi nama Estin Widhiastuti. Gue anak kedua dari 2 bersaudara, anak perempuan satu-satunya dan juga anak sulung dari Bapak Wagiman dan Ibu Suhartini. Mereka membesarkan dan mendidik gue di sebuah rumah yang sederhana namun berluberan banyak cinta kasih *oke gue lebaay*. Tapi beneran kok walaupun rumah gue ga luas dan ga mewah tapi gue dan keluarga bahagia karena gue ga pernah mengalami krisis kasih sayang dari orangtua (ga kaya anak-anak lain yang mungkin kurang perhatian dari orangtuanya). Nyokap-bokap gue selalu merhatiin gue. Big ♥ for you mom-dad. Okee bloggy, rumah gue yang sederhana ini terletak di Jalan Utan Panjang 3, Kemayoran, Jakarta Pusat. Lumayan strategis lah rumah gue, banyak kendaraan umum 24 jam yang siap mengantarkan kemana saja hahaha. Dari kecil gue udah gila yang namanya sekolah. Gue iri tiap liat anak-anak lain pake seragam, dianter emak-bapaknya sekolah. Sedangkan gue?? Belom sekolaaah. Belom cukup umurnya hiks :'( Hampir setiap hari gue ngerengek sama nyokap gue minta sekolah, tapi nyokap gue selalu boongin gue. Dia selalu bilang: “gurunya lagi rapat” atau “gurunya ga masuk” atau dengan alasan alasan lainnya (tapi gue percaya maklum lah masih kecil hahaha). Jadi yaa aktivitas gue selain makan, minum, mandi, main, bobo yaa mengaji (hahaha islami yeeee). Sejak gue belum sekolah dulu (masih dipangkuan ibunda) entah kenapa gue suka banget main dokter-dokteran daaaaan gue juga bercita-cita jadi dokter loh *tapi sekarang gue malah keluar jalur hahaha*



My Beloved TK


Oke lanjut. Hmm pas usia gue beranjak 3 tahun 9 bulan, nyokap gue daftarin gue TK deh tuh (biar ga ngerengek ngerengek minta sekolah terus hahaha).  Gue di tes baca saat itu sama Kepala Sekolahnya daaaaan gue lulus guyssss hahaha. Oiya gue belom nyebutin gue Tk dimana yah? Hahaha gue TK di Harapan. Semasa itu ya gue menjalani hidup selayaknya anak TK lainnya. Bermain, menggambar, belajar menulis, dan lain-lain. Setiap hari nyokap gue tercinta selalu nganterin gue ke sekolah dan nungguin gue sampe pulang. Dulu gue termasuk anak yang cengeng dan juga penakut *loh emang sekarang engga ya tin?* Dulu itu ada dua temen satu kelas gue yang nakal bangeeet. Namanya Jessica sama Muhammad Safarli (Ai’). Nah kalo lagi belajar mereka suka masuk ke kolong meja terus cubit cubitin kaki gue. Gue cuma bisa nangis dan ngadu ke guru gue hahaha cengeeeng. Oiya guru TK gue itu namanya Bu Sri. Dia masih aktif jadi guru TK harapan loh sampe sekarang (WOW). Hmm waktu TK gue juga suka banget pake baju adat saat acara 17 Agustusan loh. Gue juga tampil nari lagunya “Maisy” pas acara panggung gembira pelepasan TK hahaha. Gue itu TK dua tahun loh pemirsaaa (TK A dan TK B) karena waktu itu mau masuk SD tapi ga diterima umurnya belom cukup hikss. Tapi gue sih seneng seneng aja di TK kan kerjaannya menyanyi, main dan menggambar.


My Elementary school

Hm udah gue singgung sedikit ya tadi diatas, pas gue lulus TK A nyokap langsung daftarin gue SD. Nyokap daftarin gue di SD Negeri Cempaka Wangi. Nyokap pengen banget gue masuk situ karena abang gue juga sekolah disitu. Tapi yaa apa mau dikata gue ditolak masuk SD situ karena katanya belom cukup umur (mereka pasti nyesel ga nerima gue tuh hahaha kan gue mah anak rajin, berkelakuan manis pula). Oke, after that nyokap gue daftarin gue ke SD Harapan tuh. Eh tapi katanya belom bisa juga. Yaudah deh yaaa jadinya pas umur gue 6 tahun gue baru masuk SD. Gue SD di Harapan. Pas kelas 1 SD guru gue namanya Ibu Tia. Dia orang Batak, aseli gue takut kalo dia udah marah. Dulu pas gue kelas 1 kan sistem nya masih caturwulan tuh yaa (kalo sekarang kan udah semester). Nah pas pembagian raport caturwulan 1 jengjengjeng gue dapet rangking 9. Gue seneeeng banget dapet rangking 9 karena menurut gue itu angka yang besar dan mendekati angka 10 hahaha maklum polooos :p. Tapi karir gue dimasa SD terus meningkat kok hahaha sombong. Gue termasuk anak yang rajin karena setiap malem nyokap selalu ngajarin gue dan ngulang pelajaran yang dipelajarin disekolah *sekarang mah boro-boro gue balik ngampus aja yang ada dipikiran pasti TIDUR hahaha* Gue itu dari SD kelas 1 sampe kelas 6 masih di anter jemput bokap gue hahaha malu gue kalo liat anak anak SD jaman sekarang yang berangkat dan pulang sendiri. Okee gue pas SD juga banci tampil loh hahaha tiap ada acara pentas seni di sekolah gue pasti tampil, entah itu nyanyi atau nari hahaha. Kalo ngomongin prestasi gue pas SD sih jangan ditanya lagi hahaha. Buat prestasi akademik yah gue lumayan lah yaaa hahaha tapi buat non akademiknya ga ada tuh hahaha. Eh iya tapi gue pernah menang lomba 17 agustusan loh di SD. Jadi ceritanya gini, dulu itu SD gue ngadain lomba dimana pesertanya seluruh murid di tiap kelas. Murid-murid diminta catwalk di depan kelas kemudian diberi pertanyaan seputar daerah masing-masing baju adat yang dipake. Waktu itu gue pake baju adat Jawa Tengah warna merah. Pas upacara bendera Kepala Sekolah ngumumin pemenang lomba. Dan disebutlah….. Kelas 4. Juara pertama………. ESTIN WIDHIASTUTI….. hahaha kaget dan senengnya bukan main karena gue gapernah menang dalam lomba apapun apalagi juara 1 hahaha. Sumpah jadi kangen masa masa SD nih hikss. Oke lanjut. Gue lulus dari SD tahun 2005 (Alhamdulillah lulus tepat waktu) dan dengan hasil yang cukup lah yaa buat masuk SMP Favorit hehe.


Junior High School

And then setelah lulus SD pastinya gue masuk SMP dong yaaah sama kaya anak-anak lain pada umumnya. Alhamdulillah gue masuk SMP 10. SMP ini sekolah favorite looooh. SMP gue ini terletak di jalan Sumur Batu Raya, Jakarta Pusat. Nah pas SMP gue mulai mandiri nih, gue udah ga dianter jemput lagi. Gue berangkat dan pulang sekolah naik angkot *wow*. Ini juga gue berani karena ada temen gue yang arah rumahnya ga begitu jauh dari gue hahaha. Oke kalo ngebahas tentang prestasi gue di SMP yaa standar lah ga ada apa-apanya hahaha. Honestly di sekolah gue ini anaknya pada pinter-pinter, jadi persaingannya lumayan ketat lah yaa. Eh iya mau cerita dikit nih waktu SMP gue pernah jadi wartawan cilik “DASA MEDIA SMP 10”, itu nama bulletin sekolah gue yang terbit setiap tiga bulan sekali. Gue juga gatau kenapa gue bisa kepilih jadi wartawan cilik mungkin itu Cuma keberuntungan hahaha. Masa-masa SMP buat gue ga kerasa banget. Cepeeeet banget kayanya tau-tau udah UAN aja hahaha. Tapi Alhamdulillah lagi lagi gue lulus walaupun yaa nilainya biasa aja dan ga cukup buat masuk SMA idaman gue.

Putih Abu-Abu

Oke bloggy ini masa-masa paling ngangenin buat gue. Unforgetable. Memorable. Sweetest Moment. Gue menghabiskan masa-masa putih abu-abu ini di SMA 5 Jakarta. Sebuah sekolah yang terletak di Jalan Sumur batu raya (deket SMP gue). Ini bukan sekolah yang gue mau. Oke tapi gue cukup tabah menerimanya hahaha apa mau dikata NEM gue aja cuma 30.70. Gue masuk SMA 5 dengan urutan ke 83 dari kurang lebih 360 siswa.  Hari pertama masuk SMA yang tampangnya pada kocak-kocak (yang cewe rambutnya dikepang abis satu kepala dan yang cowok rambutnya klimis) dengan name tag yang digantungin di dada. Dan gue inget bangeet di name tag itu ada foto bareng tukang bajaj (ah seniornya ada ada aja nih tapi gapapa hahaha memorable. Di SMA gue itu satu angkatan terdiri dari 8 kelas yang mana saetiap kelasnya terdiri dari hmm kurang lebih 40 anak lah yaa. Oiya SMA gue ini bisa dibilang “kejam” dalam membuat peraturan. Masa iya cowok rambutnya gaboleh gondrong?? Hellowww look outside. Liat sekolah sekolah laen tuh fine-fine aja kalo cowoknya rambutnya gondrong. Gue emang bukan cowok tapi gue juga boseeeeen kali pemandangan di sekolah gue cowoknya rambutnya begitu semuaa hahaha ubah aja tuh sekolah jadi sekolah militer sekalian hahaha. Tapi paling memeorable nih yaa kalo anak cowok yang rambutnya ngutupin kuping itu lagi ngumpet dari Ibu Tutik (guru Seni Musik yang juga merangkap di bidang kesiswaan). Kalo ketauan sama Bu tutik pasti itu rambut anak cowok di papas abis hahaha di potong asal-asalan (jadi kaya buka salon dadakan di SMA gue). Banyak sweet things yang terjadi di masa-masa SMA yang mungkin ga bisa gue ceritain satu persatu *kapan selesainya kalo diceritain semua hahaha* yang pasti di SMA ini gue belajar banyak hal. Di SMA juga gue baru ngerasain yang namanya *ehem pacaran itu kaya gimana hahaha SMP kan gue masih cupu Cuma ngeliatin aja kalo temen-temen gue lagi pada pacaran dan gamau juga punya pacar, cuma sekedar suka sukaan aja jaman SMP mah hehe. Nah di SMA ini lah jam terbang gue akan hal yang berbaur seperti ini lebih banyak hahaha oke lupakan. Pas SMA gue ambil jurusan IPA (lanjutan dari cita-cita gue semasa kecil nih yang pengen jadi dokter). Gue suka banget pas SMA sama pelajaran KIMIA. Pas kelas 1 SMA sih gue ga sama sekali tertarik sama yang namanya kimia tapi pas kelas 2, gue mulai seneng sama pelajaran ini *gue jadi kangen pengen belajar kimia lagi deh* Guru kimia favorite gue di SMA itu namanya Ibu ferial. Dia expert banget deh pokoknya. Dia yang bikin gue ngerti gimana nyetarain reaksi, termokimia, hidrokarbon, benzena, hidrolisis, asam-basa, laju reaksi, elektrolisis, dan masih banyaaaaaak lagi……… Pokoknya Ibu Ferial the best banget deh. Tiada duanya. Gue kangeeeeen Bu Ferial beneraaaaaan deh hikss *curhat* Gara-gara Bu ferial juga pas SMA gue kepilih ngewakilin sekolah gue dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) yaa walaupun ga menang yang penting kan ngeksis namanya diumumin dispeaker sekolahan hahaha. Ga berasa deh pokoknya masa-masa SMA kayanya tuh cepet banget. Tau-tau UAN, lulus-lulusan terus liburan panjaaaang deeeh. Tapi gue ga libur bloggy, sibuk intensif buat dapet universitas Negeri hehe. Pokoknya masa-masa SMA itu ga berasa banget yah ternyata dan emang bener kata orang-orang kalo masa putih abu-abu itu ngangenin *gue ngerasa banget*.  I can’t forget anything. That was so memorable. Masa dimana proses kekanak-kanakan menjadi seorang remaja. Setiap orang pasti akan ngerasain kangennya masa-masa SMA itu. So buat yang masih SMA nikmatin aja lah masa-masa indah lo semua hehe. Sweetest ♥♥

Welcome College, bye Putih Abu-abu

Siapa sih yang ga pengen kuliah di universitas Negeri? *gue pengen banget* tapi yaa apa boleh dikata gue ga diterima dimanapun haha impian gue buat menjadi dokter sirna sudah. Impian kuliah di bidang biologi sirna sudah. Impian kuliah di jurusan farmasi impian belaka hahaha. Dari mulai SNMPTN Undangan gue ikutin tapi ga keterima. SNMPTN tertulis gue ikutin tapi ga lulus, SIMAk gue ikut juga tapi ga lulus, sampe UMB gue ikutin tapi nasib gue kurang baik sepertinya hahaha. Gue udah mulai give up dan putus harapan masuk Universitas Negeri. Gue carilah beberapa universitas swasta buat gue pilih-pilih mana yang bakalan gue pilih jadi tempat berlabuh gue menempuh S1 hahaha. Dan akhirnyaaaa setelah pemikiran yang panjang daftarlah gue di sebuah Universitas (kampus gue sekarang ini). Gue kuliah di Universitas Gunadarma jurusan akuntansi kurang lebih baru 1 tahun (gue masih semester 2). Kelas pertama gue yaitu kelas EB 11. Di kelas ini gue ketemu sama orang-orang baru yang sebelumnya ga ada yang gue kenal sama sekali. Mengenal satu sama lain dengan karakter yang berbeda-beda. Kelas yang asik buat gue, seru deh pokoknya. I will miss you guys  Berhubung gue belom begitu lama di Gunadarma cukup sekian lah pengalaman hidup gue. Mungkin akan gue sambung lagi nantinya disaat gue lulus dari universitas ini. Gue berharap bisa lulus tepat waktu, kalo bisa malah lebih cepet. Amin. Dan semoga kuliah gue lancer-lancar aja, hasilnya maksimal. Amin lagi. Ga apa apa lah yaa gue gabisa wujudin impian gue jadi dokter, kerja di LIPI dan lain-lain. Apapun yang terjadi gue harus tetep lanjutin hidup gue dan jadi yang terbaik hehe.



Okeee bloggy. Just that cuap-cuap dari gue. Thank’s buat tugas ini yaa kak Fauzi. Saya jadi bisa share pengalaman hidup (walaupun saya tau ga ada yang baca kecuali kakak) hahaha. Sekian dan terimakasih.

Kamis, 28 Juni 2012

My certificate ♥♥

This is to certify Estin widhiastuti as participant in "KOMPETISI NASIONAL PASAR MODAL 2012"




And this is to certify Estin Widhiastuti as a participant in "KULIAH INFORMAL EKONOMI SYARIAH 2012"


Big Congrats for meeeh hahaha :D

Minggu, 24 Juni 2012

Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia


Perdagangan Antar Negara
Beberapa alasan mengapa suatu Negara memerlukan Negara lain dalam kehidupan ekonominya antara lain:
  • Tidak semua kebuthan masyarakatnya dapat dipenuhi oleh komoditi yang dihasilkan di dalam negeri, sehingga untuk memnuhi kebuthan tersebut, harus dilakukan impor dari Negara yang memproduksinya
  • Karena terbatasnya konsumen, tidak semua hasil produksi dapat dipasarkan di dalam negeri, sehingga perlu dicari pasar luar di luar negeri
  • Sebagai sarana untuk melakukan proses alih teknologi. Dengan membeli produk asing suatu Negara dapat mempelajari bagaimana produk tersebut dibuat dan dipasarkan, sehingga dalam jangka panjang dapat melakyukan produksi untuk barang yang sama.
  • Secara ekonomis dan matematis perdagangan antar Negara dapat mendatangkan tambahan keuntungan dan efisiensi dari dilakukannya tindakan spesialisi produksi dari Negara-negara yang memilki keuntungan mutlak dan/ atau keuntungan berbanding.


Kebijaksanaan perdagangan luar negeri dari PELITA ke PELITA:

Pelita I
Menurut peraturan pemerintah no.16 tahun 1970 kebijakan pemerintah tentang perekonomian membicarakan tentang penyempurnaan tata niaga ekspor dan impor. Peraturan pemerintah pada bulan agustus 1971 membahas tentang devaluasi rupiah terhadap dollar amerika dengan memfokuskan pada beberapa sasaran, yakni kestabilan harga pokok, peningkatan nilai ekspor, kelancaran impor, penyebaran barang di dalam negeri.

Pelita II
Kebijakan yang dilakukan pemerintah pada pelita ini adalah dengan melakukan penghapusan pajak ekspor untuk mempertahankan daya saing di pasar dunia.

Pelita III

Pada pelita ini dititikberatkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolahan bahan baku menjadi barang jadi (manufaktur).

Pelita IV

-          Meningkatkan ekspor non migas dan pengurangan biaya tinggi dengan pemberantasan pungli, mempermudah prosedur kepabeanan, serta menghapus dan memberantas biaya siluman.
-          Deregulasi bidang perdagangan, moneter, dan penanaman modal dengan cara menurunkan bea masuk impor untuk komoditi bahan penolong dan bahan baku, proteksi produksi yang lebih efisien, dan kebijakan penanaman modal
-          Peningkatan efisiensi, inovasi, dan produktivitas beberapa sektor industri (menengah ke atas) guna meningkatkan ekspor non migas

Pelita V

Menitikberatkan sektor pertanian dan industri untuk menetapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lainnya.

Pelita VI
Pada sat ini masih diitik beratkan pada pembangunan sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelita VII

Pada masa ini pemerintah lebih menitikberatkan pada sektor bidang ekonomi. Pembangunan ekonomi ini berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.

Hambatan perdagangan antar Negara

Hambatan perdagangan antar negara adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang
membatasi perdagangan bebas.
Berikut ini adalah bentuk-bentuk dari hambatan perdagangan antarnegara:
  • Tarif atau Bea Cukai
  • Kuota
  • Subsidi
  • Muatan Lokal
  • Peraturan Administrasi
  • Peraturan Antidumping



Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia

Situasi neraca pembayaran selama empat tahun pelaksanaan Repelita V secara umum tetap terkendali dalam batas-batas yang wajar. Perkembangan neraca pembayaran tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekspor, impor dan arus modal luar negeri. Sejak tahun 1988/89 sampai dengan tahun keempat Repelita V nilai ekspor secara keseluruhan meningkat rata-rata sebesar 15,5% per tahun, dari US$ 19,8 miliar pada tahun 1988/89 menjadi US$ 35,3 miliar pada tahun 1992/93 (lihat Tabel V-1). Peningkatan pertumbuhan ini terutama berasal dari laju pertumbuhan ekspor non migas yang meningkat rata-rata 19,5% per tahun sehingga mencapai US$ 24,8 miliar pada tahun 1992/93. Namun peningkatan laju pertumbuhan ekspor non migas yang pesat ini tidak dibarengi dengan laju pertumbuhan ekspor minyak bumi dan gas alam cair. Selama kurun waktu tersebut, ekspor minyak bumi dan gas alam cair masing-masing hanya meningkat rata-rata sebesar 6,2% dan 11,8% per tahun, atau masing-masing menjadi sebesar US$ 6,4 miliar dan US$ 4,1 miliar pada tahun 1992/93.

Sementara itu, peranan ekspor non migas dalam nilai ekspor keseluruhan semakin mantap sehingga semakin mampu berperan sebagai sumber penerimaan devisa utama. Dalam tiga tahun terakhir ini, peranan ekspor non migas dalam nilai ekspor keseluruhan terus meningkat dari 54,6% pada tahun 1990/91 menjadi 64,0% pada tahun 1991/92 dan menjadi 70,3 % pada tahun 1992/93

Peranan kurs valuta asing dalam perekonomian Indonesia

Dalam pembayaran antar negara ada suatu kekhususan yang tidak terdapat dalam lalu-lintas pembayaran luar negeri. Sebab semua negara mempunyai mata uang atau valutanya sendiri, yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di dalam batas-batas daerah kekuasaan itu sendiri, tetapi belum tentu mau diterima luar negeri. Jadi pembayaran antar negara harus menyangkut lebih dari satu macam mata uang, yang harus dipertukarkan satu sama lain dengan harga atau kurs tertentu. Hal inilah yang membuat perdagangan dan pembayaran internasional menjadi perkara yang rumit, maka dari itu dibuatlah alat pembayaran yang bisa digunakan oleh banyak negara (antarnegara) atau disebut dengan alat pembayaran internasional, yakni valuta asing.
Kurs valuta asing sering diartikan sebagai banyaknya nilai mata uang suatu negara (rupiah misalnya) yang harus dikeluarkan/ dikorbankan untuk mendapatkan satu unit nilai uang asing (dollar misalnya). Sehingga dengan kata lain, jika kita gunakan contoh rupiah dan dollar, maka kurs valuta asing adalah nilai tukar yang menggambarkan banyaknya rupiah yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan satu unit dollar dalam kurun waktu tertentu. Kurs valuta asing adalah harga valuta asing, dinyatakan dalam valuta sendiri. Misalnya US $ 1.00 = Rp. 10.000,-


Sumber:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN )


APBN merupakan suatu konsep  perencanaan pembangunan Negara dalam jangka pendek yang biasanya disusun setiap tahunnya. APBN terdiri dari pos-pos, antara lain:

  • Dari sisi penerimaan terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan pos penerimaan pembangunan
  • Sedangkan dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pos pengeluaran pembangunan


APBN itu sendiri disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan sesuai dengan prinsip berimbang dan dinamis. Meskipun dari setiap periode pembangunan PELITA jumlah tabungan pemerintah selalu mengalami peningkatan, namun jumlah tersebut masih jauh dari apa yang diharapkan. Untuk itu ketergantungan pemerintah terhadap pinjaman luar negeri untuk dana pembangunan masih cukup besar. Namun pada akhir tahun PELITA I presentase penerimaan pemerintah lebih besar dibandingkan pinjaman luar negeri.

Proses penyusunan anggaran:
1. Penyusunan oleh Departemen atau lembaga pemerintah non Departemen sudah dimulai tanggal 1 April tahun yang bersangkutan. Oleh keduanya usulan rencana anggran diajukan dalam bentuk Daftar Usulan kegitana (DUK) bagi rencana rutin dan Daftar Usulan proyek (DUP) untuk rencana pembangunan
2. Kemudian antara bulan agustus dan September DUK dan DUP tersebut diajukan dan disampaikan ke BAPPENAS dan Ditjen Anggaran Departemen Keuangan. Selanjutnya DUP dan DUK tersebut akan diproses oleh BAPPENAS sekitar bulan Oktober hingga November.
3. Pada proses tersebut BAPPENAS akan menyesuaikan isi DUK dan DUP dengan perkiraan penerimaan dalam negeri pada tahun yang bersangkutan. Pada bulan Desember, akan ditentukan batas atas anggaran dalam bentuk RAPBN (Rencana Anggaran Pendapatan dan belanja Negara)
4. Pada Januari, setelah RAPBN dilampiri ketergantugan dari pmerintah dengan nota keuangan, akan disampaikan oleh Presiden dalam rapat DPR untuk mendapatkan persetujuan.
5. RAPBN akan dibahas oleh DPR bersama Menteri atau ketua Lembaga yang bersangkutan melalui Rapat Kerja Komisi APBN
6. Jika dicapai suatu kesepakatan, maka RAPBN tahun yang bersangkutan, persetujuannya akan dituangkan ke dalam Undang –Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang bersangkutan
7. Selanjutnya anggaran tersebut akan dituangkan kembali dalam bentuk Daftar Isian proyek (DIP) Departemen atau lembaga yang bersangkutan.

Perkiraan Penerimaan Negara
Perkiraan penerimaan Negara berasal dari;
a. Penerimaan dalam negeri
Penerimaan dalam negeri untuk tahun tahun awal setelah masa orde baru masih cukup bergantung dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Namun harga minyak bumi dan gas alam yang cenderung tidak stabil, maka ketergantungan dari sektor tersebut dikurangi. Untuk itu pemerintah menempuh berbagai kebijaksanaan seperti deregulasi pada bidang perbankan, perpajakan, dan kebijaksanaan lainnya yang dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik.
b. Penerimaan pembangunan
Laju pembangunan yang demikian cepat maka dana yang berasal dari tabungan pemerintah masih perlu dilengkapi dengan dana yang berasal dari luar negeri. Meskipun pinjaman dana dari luar negeri selalu meningkat jumlahnya namun selalu diupayakan suatu mekanisme pemanfaatan dengan prioritas sektor-sektor yang lebih produktif.

Perkiraan Pengeluaran
Pengeluaran Negara dikelompokkan menjadi:
a. Pengeluaran Rutin, diantaranya pengeluaran untuk belanja pegawai, pengeluaran untuk belanja barang, pengeluaran untuk subsidi daerah otonom, pengeluaran untuk membayar cicilan bunga dan hutang, dan pengeluaran lainnya.
b. Pengeluaran Pembangunan, antara lain pengeluaran pembangunan untuk berbagai Departemen/lembaga, pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah, dan pengeluaran pembangunan lainnya.

Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan Negara, diantaranya:
1. Penerimaan dalam negeri dari migas
Faktor faktor yang harus diperhatikan yaitu produksi minyak rata rata per hari dan harga rata-rata ekspor minyak mentah
2. Penerimaan luar negeri dari migas
Faktor yang harus diperhatikan antara lain pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, bea masuk, cukai, pajak ekspor, pajak bumi dan bangunan, bea materai, penerimaan bukan pajak, penerimaan dari hasil penjualan BBM, dan pajak-pajak lainnya.
3. Penerimaan pembangunan
Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek.

Masalah Pokok Perekonomian Indonesia


Menurut Dumairy, pengangguran adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan, lengkapnya adalah orang yang tidak bekerja dan (masih atau sedang) mencari pekerjaan.
Jenis-jenis pengangguran diantaranya adalah:
1. Pengangguran Friksionil, yaitu pengangguran yang terjadi karena memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik.
2. Pengangguran Struktural, yaitu pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan perusahaan dengan alas an karena perusahaan tersebut mengalami kemunduran dalam hal usahanya sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.
3. Pengangguran Teknologi Pegawai, yaitu pengangguran yang terjadi karena mulai digunakan teknologi untuk menggantikan pekerjaan manusia.
4. Pengangguran siklikal, yaitu pengangguran yang terjadi karena adanya pengurangan tenaga kerja secara menyeluruh
5. Pengangguran Musiman, yaitu pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim
6. Pengangguran Tidak Kentara, yaitu pengangguran yang secara fisik rtidak kelihatan, namun secara ekonomi dapat dibuktikan bahwa seseorang tersebut sesungguhnya menganggur
7. Pengangguran Setengah Menganggur, yaitu mereka yang bekerja dengan jam kerja dibawah rata-rata jam kerja normal.

INFLASI

Inflasi adalah suatu kecenderungan naiknya harga-harga secara umum dalam waktu dan wilayah tertentu. Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan komoditi eksport kita kurang bersaing di pasaran dunia. Inflasi dapat dibagi menurut:
1. Jika dilihat dari besar kecilnya


  •  Inflasi ringan jika nilainya berkisar antara 0%-10%
  • Inflasi sedang jika nilainya berkisar antara 10%-30%
  • Inflasi berat jika nilainya berkisar antara 30%-100%
  •  Hyperinflasi jika nilainya lebih dari 100%
2. Jika dilihat dari sebab-sebab kemunculannya
·     Inflasi karena naiknya permintaan, yaitu inflais yang terjadi karena naiknya jumlah permintaan secara umum yang menyebabkan harga secara umum pun akan cenderung naik. Inflasi karena naiknya biaya produksi, yaitu inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi seperti upah tenaga kerja, bahan baku, dan lain-lain
3. Jika dilihat dari asalnya
Inflasi yang berasal dari dalam negeri, yaitu inflasi yang terjadi karena peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam negeri seperti misalnya peredaran uang di dalam negeri. Inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu inflasi yang terjadi karena peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar Negara kita yang seringkali merembet ke Negara kita.

Dampak positif inflasi antara lain:
·         Inflasi yang terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi di dalam suatu Negara
·         Merangsang masyarakat untuk terus bekerja keras demi mencapai suatu kesejahteraan.

Dampak Negatif dari inflasi antara lain:
·         Menurunkan pendapatan riil masyarakat yang memiliki penghasilan tetap
·         Turunnya kekayaan riil masyarakat yang berbentuk kas, karena nilai tukarnya akan menjadi lebih kecil
·         Menyebabkan nilai tabungan masyarakat menurun
·         Menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi terhambat.